"Bagi saya, kehilangan kesempatan menjadi pelatih yang menggantikan Sir Alex Ferguson sangat dramatis, tetapi saya tidak menyesal karena itu adalah keputusan yang saya buat dengan hati," kata Mourinho.
"Dan saya pikir sudah menjadi sifat manusia jika ketika Anda melakukan sesuatu karena cinta, Anda tidak pernah melakukan sesuatu yang salah. Saya pikir memang begitu. Saya melakukannya karena cinta," ujar dia.
Mourinho juga menyadari kepulangannya ke Chelsea membawa tekanan besar. Dia tidak ingin pencapaian pada periode pertamanya di Stamford Bridge berubah menjadi beban yang merusak warisan yang sudah dibangun.
"Saya kembali dengan perasaan, ya, saya pulang, tetapi dengan tanggung jawab besar karena apa yang saya lakukan sebelumnya adalah sejarah, dan Anda tidak ingin menghancurkan warisan Anda," kata Mourinho.
Kini Mourinho kembali menangani Real Madrid. Laga pertama dia di LaLiga pada periode terbarunya dijadwalkan berlangsung melawan Espanyol pada 22 Agustus. Dia mendapat tugas membawa Madrid bangkit setelah musim 2025-2026 berakhir tanpa trofi.
Editor: Reynaldi Hermawan