Liga Inggris

Jurgen Klopp: Tak Penting di Mana Liverpool Juara Premier League

Abdul Haris ยท Minggu, 31 Mei 2020 - 06:30 WIB
Jurgen Klopp: Tak Penting di Mana Liverpool Juara Premier League

Pelatih Liverpool Juergen Klopp. (Foto: Paul ELLIS/AFP)

LIVERPOOL, iNews.id – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp menegaskan tak penting di mana timnya memastikan titel juara Premier League musim ini.

Ya, pemerintah Inggris sudah memberi izin kompetisi untuk kembali bergulir di tengah pandemi virus corona. Premier League akan mulai bertanding lagi pada 17 Juni mendatang tanpa penonton.

Saat ini, Liverpool masih duduk di puncak klasemen dengan poin 82, unggul 25 angka dari Manchester City. Dengan begitu, The Reds hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk menjadi juara untuk pertama kali dalam 30 tahun terakhir.

Namun, klub Merseyside itu terancam tak bisa memastikan titel di Anfield, kandang mereka. Sebab, kepolisian meminta setidaknya ada enam laga yang digelar di tempat netral. Duel penentuan juara Liverpool masuk satu di antaranya.

Kepolisian khawatir suporter garis keras bakal melanggar aturan physical distancing dengan berkumpul jika pertandingan digelar di kandang klub tersebut.

Merespons kondisi ini, Klopp tak mempermalasahkan di mana pun pasukannya memastikan titel.

“Pada saat ini, bagi saya kapan pun, di stadion kosong pun, bla, bla bla, dengan semua pikiran dan doa dan cinta dari orang-orang di seluruh dunia itu masih akan menjadi hari yang benar-benar luar biasa dalam hidup saya,” ujar artsitek asal Jerman itu kepada beIN Sports.

"Di mana pun itu saya tidak tahu, kami berharap itu akan ada di Anfield, tapi kami tidak tahu dan itu tidak penting,” kata Klopp lagi.

Meski begitu, dia berharap penentuan juara itu akan digelar di Anfield, dan dia berharap para fans tetap tinggal di rumah berbagi pesta The Reds.

“Saya mendengar satu hari yang lalu ungkapan yang sangat bagus tentang kami memiliki penggemar rumah terbaik di dunia, dan sekarang kami membutuhkan fans terbaik di dunia yang tetap tinggal di rumah,” ucap nakhoda 52 tahun itu.

Editor : Abdul Haris