Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sergio Castel Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Laga Persebaya vs Persib, Begini Kondisinya
Advertisement . Scroll to see content

Kakang Rudianto dan Alfredo Tata Jadi Korban Rasisme, Persib Pasang Badan

Kamis, 05 Maret 2026 - 21:00:00 WIB
Kakang Rudianto dan Alfredo Tata Jadi Korban Rasisme, Persib Pasang Badan
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak. (Foto: instagram/kakangrudianto33)
Advertisement . Scroll to see content


Persib Bandung Kutuk Tindakan Rasisme

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Hermawan, menyatakan klub memberikan dukungan penuh kepada Kakang Rudianto. Persib juga menyampaikan dukungan moral kepada Mikael Alfredo Tata.

“Kami ingin menegaskan bahwa PERSIB berdiri bersama Kakang Rudianto dan juga memberikan dukungan moral kepada Mikael Alfredo Tata. Kedua pemain tersebut adalah bagian dari generasi muda sepakbola Indonesia yang sedang berkembang dan mereka berhak mendapatkan lingkungan yang sehat, aman, serta penuh respek untuk terus bertumbuh,” kata Adhitia Putra Hermawan, dikutip dari laman resmi Persib Bandung, Kamis (5/3/2026).

Serangan rasisme diduga berasal dari oknum suporter kedua tim. Situasi tersebut mendapat perhatian serius dari pihak Persib Bandung.

Adhitia mengajak para suporter untuk tidak terpancing oleh tindakan oknum. Dia menilai mayoritas suporter Persib Bandung dan Persebaya Surabaya memiliki semangat yang sama dalam mencintai sepak bola.

“Kami juga percaya bahwa mayoritas suporter, baik Bobotoh maupun Bonek, memiliki semangat yang sama: mencintai sepakbola dengan cara yang bermartabat. Karena itu kami mengajak semua pihak untuk tidak terpancing oleh tindakan segelintir oknum yang justru dapat merusak nilai persaudaraan antar pecinta sepakbola,” ujarnya.

Persib Bandung menegaskan komitmen melawan segala bentuk diskriminasi di sepak bola. Klub tersebut menilai sepak bola Indonesia harus dibangun dengan rasa saling menghormati.

“PERSIB berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya yang menolak segala bentuk diskriminasi di sepakbola. Kami berharap momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa sepakbola Indonesia hanya bisa tumbuh jika dibangun di atas rasa saling menghormati. Kepada Kakang dan Tata, kalian tidak sendirian. Sepakbola yang sehat adalah sepakbola yang melindungi para pemainnya, dan kami akan selalu berdiri di sisi itu,” pungkasnya.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut