Kalah Beruntun, Klub MLS Pecat Mantan Bintang Man United dari Kursi Pelatih
CINCINNATI, iNews.id - FC Cincinnati baru saja memecat pelatihnya, Jaap Stam. Sosok yang pernah menjadi pemain bintang di Manchester United dan AC Milan itu diberhentikan karena timnya menuai hasil buruk di Liga Amerika Serikat, Major League Soccer (MLS).
Eks pilar Timnas Belanda itu melatih FC Cincinnati sejak Mei 2020. Dia diikat kontrak selama 18 bulan di klub yang bermarkas di Stadion Nippert itu.
FC Cincinnati memang kepayahan musim ini. Mereka baru menderita kekalahan 13 kali dalam 25 pertandingan.
Keputusan pemecatan pun keluar setelah kekalahan ketiga secara beruntun pada bulan September 2021 ini. Klub memutuskan menghentikan kerja sama dengan Stam yang dulunya disebut salah satu bek terbaik di dunia.
Bruno Fernandes Gagal Eksekusi Penalti, Man United Dipermalukan Aston Villa di Old Trafford
Presiden klub Cincinnati, Jeff Berding, memberikan pernyataan resmi pada situs resmi klub terkait pemberhentian sang pelatih. “Setelah hampir dua bulan kami mengidentifikasi kandidat pelatih berikutnya untuk FC Cincinnati, kami memutuskan bahwa perubahan pelatih kepala diperlukan,” ujar sang presiden klub dilansir dari Sportmob Selasa (28/9/2021).
Infografis Man United Siap Beri Paul Pogba Gaji Tertinggi
Jaap Stam ???????? Manchester United (1998-2001) pic.twitter.com/krSSYaLaiP— Calvos FC (@FcCalvos) September 27, 2021
Meski begitu, pihak klub tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih atas jasa Stam selama menukangi klub. "Oleh karena itu, klub telah memutuskan Jaap (Stam) tidak lagi menjabat sebagai Pelatih Kepala. Kami percaya perubahan kepemimpinan adalah keputusan terbaik klub saat ini,” sambungnya.
Stam memimpin klub selama 47 pertandingan. Dari catatan tersebut, dia hanya berhasil memenangkan delapan laga. Tak hanya Stam yang mendapatkan kabar buruk, asistennya Bakati dan Yuan Damet, juga diberhentikan dari jabatan di klub tersebut.
"Kami berterima kasih kepada Jaap atas semua yang telah dia lakukan untuk FC Cincinnati. Kami berharap yang terbaik untuknya. Dia sekarang bisa pulang untuk berkumpul dengan keluarganya," tutupnya.
Editor: Dimas Wahyu Indrajaya