Kenangan SEA Games 1987 dan 1991, Momen Timnas Indonesia Raih Medali Emas

Reynaldi Hermawan ยท Senin, 09 Desember 2019 - 08:09 WIB
Kenangan SEA Games 1987 dan 1991, Momen Timnas Indonesia Raih Medali Emas

Timnas Indonesia pada SEA Games 1991. (Foto: IST)

MANILA, iNews.id – Timnas sepak bola Indonesia sudah dua kali dikalungi medali emas SEA Games yakni periode 1987 dan 1991. Semoga catatan apik itu bisa diulang pada hajatan 2019 di mana mereka akan menghadapi Vietnam U-23 pada final di Rizal Memorial Stadium, Selasa (10/12/2019) pukul 19.00 WIB.

Perjuangan Evan Dimas dan kawan-kawan pada Grup B SEA Games kali ini terbilang fantastis. Mereka mengawali pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara itu dengan melibas juara bertahan dan tim tersukses turnamen Thailand dengan skor 2-0.

Kemudian pada laga kedua, tim asuhan Indra Sjafri itu menumbangkan Singapura dengan yang skor sama. Sayangnya, hegemoni mereka sempat rusak lantaran kandas 1-2 di pertandingan ketiga melawan Vietnam, tim yang kembali mereka jumpai di final.

Beruntung pada dua laga grup terakhir, pasukan Coach Indra mampu bangkit dan melibas Brunei Darussalam 8-0 serta membantai Laos 4-0. Timnas U-23 berhak lolos ke semifinal dengan menyandang status juara Grup B di bawah Thailand.

Di semiinal, Garuda Muda tak ciut nyali menghadapi Myanmar yang datang sebagai juara Grup A. Mereka berhasil menang 4-2 setelah melalui perpanjangan waktu.

Kini pertanyaannya, mampukah Timnas U-23 mampu mengulangi kesuksesan edisi 1987 dan 1991 sekaligus mengakhiri 28 tahun penantian meraih medali emas. Perjuangan Indonesia pada dua periode itu juga tak mudah. Berikut ulasan selengkapnya:

SEA Games 1987 di Jakarta, Indonesia

Pada hajatan yang digelar di Indonesia itu, Timnas sepak bola Tanah Air diperkuat tim senior. Peraturan U-23 mulai berlaku edisi 2001. Bermain di rumah sendiri, tim yang diasuh Bertje Matulapelwa itu berada di Grup B.

Mereka satu grup dengan juara bertahan Thailand serta Brunei Darussalam. Saat itu, format kompetisi memang masih menyertakan tiga tim dalam satu grup. Pada laga pertama grup, Robby Darwis dan kolega berhasil menang 2-0 atas Brunei. Kemudian di laga selanjutnya ditahan imbang 0-0 Thailand.

Dengan hasil tersebut, pasukan Bertje tetap lolos ke semifinal menyandang status runner-up dengan poin 3, setara Thailand yang jadi juara grup namun kalah selisih gol. Pada semifinal, Indonesia bisa mengalahkan Myanmar yang saat itu masih bernama Burma dengan skor 4-1.

Empat gol kemenangan Garuda dibukukan Rully Nere, Herry Kiswanto, Ricky Yacobi dan Robby Darwis. Di babak final, Indonesia bertemu Malaysia yang di partai lain mengalahkan Thailand 2-0.

Dengan rivalitas tinggi antara Indonesia dan Malaysia, duel berjalan sengit kala itu. Indonesia akhirnya bisa menang 1-0 lewat perpanjangan waktu. Gol semata wayang dicetak melalui tendangan first time Ribut Waidi pada menit 94.

 

SEA Games 1991 di Filipina

Pada periode kali ini, Indonesia yang ditangani Pelatih asal Rusia Anatoli Polisin ada di Grup B dan kembali bersaing dengan juara bertahan Malaysia, Filipina dan Vietnam. Tak tanggung-tanggung Harimau Malaya harus dihadapi di laga pembuka.

Tapi Rocky Putiray dan kolega tak minder. Buktinya, mereka menggasak Malaysia 2-0. Lanjut ke laga kedua, giliran Vietnam yang jadi korban dengan skor 1-0. Terakhir, didikan disiplin militer khas Polisin membawa Garuda membenamkan Filipina 2-1.

Tiga kemenangan itu membuat Indonesia lolos ke semifinal sebagai juara Grup B dengan nilai 6 diikuti Filipina. Tapi di babak empat besar melawan Singapura, Indonesia kesulitan mencetak gol di waktu normal dan harus memenangkan pertandingan lewat adu penalti 4-2.

Di final, anak asuh Polisin bertemu tim kuat Thailand. Setelah imbang 0-0 di waktu normal, pemenang terpaksa ditentukan lewat drama adu penalti.

Ada enam algojo yang ditunjuk sebagai eksekutor kala itu, namun dua di antaranya gagal yakni Maman Suryaman dan Widodo Cahyo Putro. Sementara empat lainnya berhasil yaitu Ferril Hattu, Heriansyah, Yusuf Ekodono, dan yang jadi penentu Sudirman.

Editor : Abdul Haris