Kesal Liga 1 Ditunda, Robert Alberts: Kalau Pemain Kena Covid Tinggal Dikarantina Saja
BANDUNG, iNews.id- Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts kesal dengan penundaan kembali kompetisi Liga 1 2021. Penundaan akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia.
Semula, Liga 1 2021/2022 bakal digelar mulai 10 Juli 2021. Namun, kasus Covid-19 yang melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir membuat Liga 1 terpaksa ditunda hingga akhir Juli.
"(Kompetisi) sepak bola tiba-tiba ditunda sepekan sebelum dimulai. Kami harusnya bertanding melawan Barito pada 10 juli. Ini sebuah kehilangan besar dan sangat sulit untuk diterima," kata Robert.
Menurutnya, Persib sudah menjalankan apa yang perlu dilakukan agar sepak bola kembali normal. Persib sudah mengikuti turnamen Piala Menpora 2021 sebagai salah satu syarat diberikannya izin dari kepolisian.
Persib juga sangat menjaga protokol kesehatan dan berbagai prosedur lainnya. Namun, pada akhirnya kompetisi urung digelar.
Dia lantas membandingkan dengan sepak bola di negara lain yang sudah kembali bergulir, bahkan sejak tahun lalu. Perhelatan Euro 2020 pun digelar meski ada beberapa kasus COVID-19 menimpa tim peserta.
"Di Euro (Piala Eropa) anda bisa lihat sejumlah tim terinfeksi oleh Covid, baik pemain atau officialnya, ini menjadi hal normal, tapi tentu mereka yang terinfeksi harus menjalani karantina sebagai bagian dari protokol kesehatan," jelas pria asal Belanda itu.
Dia menyindir Indonesia sebagai negara satu-satunya di dunia yang izin menggelar kompetisi diberikan setelah menggelar turnamen. Namun, setelah izin keluar, sepekan sebelum kick off kompetisi, justru dibatalkan.
Robert bahkan menyebut penundaan itu sebagai sikap tak sopan dan tak profesional. Sebab, liga seolah bisa ditunda kapan saja. Hal itu dinilai bukan sesuatu yang logis.
"Saya menemukan ini hal yang tak perlu terjadi terhadap kami semua yang terlibat di sepak bola. Saya tidak bisa menemukan adanya alasan logis dan terlihat tidak adanya rasa menghormati terhadap semua orang yang bekerja di sepak bola," tuturnya.
"Karena ketika semua sudah siap, seseorang bisa menghentikannya lagi. Ini bukan hal baik, tidak sopan, dan tidak profesional," kata Robert.
Jika alasannya karena pandemi Covid-19, hampir semua negara di dunia mengalaminya. Namun, secara perlahan sepak bola di negara lain justru bisa bergulir, tapi tidak dengan Indonesia.
Sementara sebagai respons atas berlakunya PPKM Darurat yang ditetapkan pemerintah terhitung 3-20 Juli 2021, Persib mengubah program latihan. Untuk sementara, tidak akan ada latihan bersama di lapangan.
Para pemain diberi materi latihan untuk dijalankan mandiri di rumah. Namun, semua latihan akan terkontrol. Sehingga, pemain akan bisa dipastikan menjalankan semua program sesuai arahan tim pelatih.
Metode latihan itu menegaskan tim Persib tak dibubarkan usai penundaan kompetisi. Para pemain tetap punya kewajiban berlatih meski tidak bersama-sama di lapangan.
Editor: Ibnu Hariyanto