Ketum The Jakmania Ungkap Dugaan Provokator Kericuhan Persita vs Persija: Harus Segera Ditangkap!
Menurut Aditya, tindakan mengambil spanduk dan melakukan provokasi di area tribun dapat memicu reaksi emosional suporter. Dia menggambarkan situasi tersebut sebagai kondisi yang sangat sensitif, terutama ketika pertandingan sedang berlangsung dengan tensi tinggi.
“Jadi intinya adalah kita disulut, diprovokasi, dan Suporter itu kan seperti kuali panas. Ketika ada provokasi sedikit segala macam, yang di bawah ini kan (mikirnya) harga diri sebenarnya," tutur Aditya.
Aditya menilai dugaan provokasi tersebut harus diusut untuk mengetahui pihak yang benar-benar bertanggung jawab. Dia tidak ingin kericuhan yang terjadi justru menimbulkan persoalan lebih luas antara pendukung Persija dan Persita.
“Siapa pun yang bertanggung jawab, tolong temukan mereka karena bagi gue, orang itu yang harus bertanggung jawab. Ya istilahnya, mereka yang merusak hubungan antara Jakarta dan Tangerang,” tegasnya.
Meski pertandingan Persita melawan Persija diwarnai kericuhan, Aditya memastikan hubungan The Jakmania dengan suporter Tangerang masih terjalin dengan baik. Dia berharap insiden tersebut tidak dimanfaatkan untuk memperkeruh hubungan kedua kelompok pendukung.
Bagi Aditya, pengungkapan pihak yang diduga melakukan provokasi menjadi langkah penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Dia ingin pihak yang terlibat dimintai pertanggungjawaban berdasarkan fakta yang ditemukan.
Pernyataan Aditya sekaligus menjadi penjelasan dari pihak Jakmania mengenai penyebab kericuhan di BIS. Namun, dugaan keterlibatan kelompok berkaus putih masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan identitas dan peran mereka dalam insiden tersebut.
Editor: Abdul Haris