Kim Sang-sik Murka! Taktik Vietnam Berantakan jelang Hadapi Timnas Indonesia
HANOI, iNews.id – Timnas Vietnam menghadapi masalah besar menjelang melawan Timnas Indonesia pada laga Grup A Piala AFF 2026. Pelatih Kim Sang-sik terlihat frustrasi setelah pasukannya gagal mengalahkan Timnas Singapura dan hanya bermain imbang 0-0.
Bermain di kandang sendiri di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam harus puas berbagi satu poin setelah bermain tanpa gol kontra Singapura. Tuan rumah sebenarnya mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan. Namun, Nguyen Quang Hai dan kawan-kawan kesulitan menciptakan peluang berkualitas karena pressing serta aliran serangan mereka tidak berjalan sesuai rencana.
Nguyen Dinh Bac menjadi pemain yang paling banyak disorot. Penyerang berusia 22 tahun itu gagal memanfaatkan dua peluang emas hanya dalam selang tiga menit pada babak pertama.
Peluang pertama hadir pada menit ke-18 setelah bola pantul hasil tembakan Tien Anh jatuh di depan Dinh Bac. Meski gawang hampir terbuka, tembakannya justru melambung.
Nguyen Tien Anh kembali memberikan umpan matang pada menit ke-21. Dinh Bac berdiri tanpa pengawalan sekitar tujuh meter dari gawang, tetapi tendangan volinya kembali melebar.
Kim Sang-sik kemudian menarik Dinh Bac pada menit ke-41. Namun, pergantian tersebut tidak membuat permainan Vietnam membaik karena mereka tetap kesulitan menembus pertahanan Singapura.
Kim beberapa kali tertangkap kamera melambaikan tangan dengan ekspresi tidak puas di pinggir lapangan. Dia menilai para pemain Vietnam gagal menjalankan tekanan tinggi secara efektif.
“Taktik tekanan tinggi Vietnam hari ini tidak dieksekusi dengan baik. Sementara itu, Singapura berhasil menghindari tekanan tersebut secara efektif. Kita perlu meningkatkan aspek-aspek ini dalam sesi latihan mendatang,” kata Kim Sang-sik usai laga, dikutip dari media Vietnam, Soha.
Pressing Vietnam kerap terlambat karena lini depan, tengah, dan belakang tidak bergerak secara bersamaan. Jarak antarlini yang terlalu renggang memberi Singapura waktu untuk mengalirkan bola keluar dari tekanan.
Masalah lain muncul di lini tengah. Duet Quang Hai dan Hoang Duc mulai kehilangan tenaga pada babak kedua, sementara Vietnam tidak memainkan gelandang bertahan murni sejak awal.
Le Pham Thanh Long, pemain yang dinilai memiliki karakter bertahan paling kuat, baru masuk pada menit ke-90+1. Kim mengakui pergantian tersebut dilakukan terlalu terlambat.
Kegagalan mencetak gol tidak sepenuhnya dapat dibebankan kepada Dinh Bac. Vietnam juga memiliki masalah pressing, keseimbangan lini tengah, dan minimnya koneksi antara gelandang dengan pemain depan.
Masalah tersebut harus segera diselesaikan sebelum Vietnam menghadapi Timnas Indonesia di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026) malam. Waktu persiapan yang sempit membuat Kim Sang-sik harus bergerak cepat membenahi timnya.
Editor: Abdul Haris