Piala AFF 2026 Tayang di TV dan YouTube, KPI Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Media dan Etika Penyiaran
JAKARTA, iNews.id - Piala AFF 2026 menghadirkan fenomena baru dalam dunia penyiaran Indonesia. Untuk pertama kalinya, pertandingan yang melibatkan Timnas Indonesia ini dapat disaksikan secara bersamaan melalui televisi free to air dan platform YouTube.
Sebelumnya, pertandingan Piala AFF hanya dapat ditonton secara gratis melalui stasiun televisi pemegang hak siar. Sementara itu, pertandingan di luar siaran TV (streaming internet) sebagian berbayar dan bahkan ada juga yang disiarkan secara ilegal atau tidak resmi.
Komisioner KPI Pusat, Tulus Santoso menyikapi fenomena baru ini mengatakan, siaran pertandingan sepak bola yang disiarkan bersamaan di dua platform media ini memberikan keuntungan bagi masyarakat. Publik memiliki alternatif pilihan dalam menyaksikan pertandingan sepak bola.
“Secara tujuan, aspek demokratisasi dan pemenuhan hak publik untuk mendapatkan siaran (hiburan) sudah terpenuhi. Penyiaran melalui TV free to air menjamin masyarakat di daerah pelosok atau terdepan tetap bisa bisa menonton gratis. Sementara di YouTube memfasilitasi kebutuhan generasi muda dan pemirsa mobile,” katanya di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Kendati demikian, Tulus mengingatkan ada catatan yang harus diperhatikan terkait siaran pertandingan di dua media berbeda ini, yakni soal etika siaran. Menurutnya, tayangan di platform digital ada kecenderungan dibawakan secara lepas dan santai. Padahal, ketika laga ini membawa nama negara Indonesia, nilai-nilai etika, kesantunan, serta rasa nasionalisme tersebut mesti dijaga.