Kisah Ali Dia, 'Pemain Gaib' yang Bikin Geger Liga Inggris
SOUTHAMPTON, iNews.id – Sosok Ali Dia pernah menggemparkan jagat sepak bola di Liga Inggris. Bukan karena aksi menawannya, melainkan ulahnya membodohi pelatih dan manajemen Southampton.
Ali didatangkan pada 1996 ketika Southampton dilatih Graeme Souness. Dia direkrut karena mengaku sepupunya George Weah, pemain terbaik dunia 1995.
Weah merekomendasikan saudaranya via telepon. Ali disebut pernah bermain untuk Paris Saint-Germain (PSG) dan dipanggil memperkuat Timnas Senegal sebanyak 13 kali. Nama besar Weah dan statistik apik tersebut membuat Souness langsung tergiur untuk merekrutnya.
Singkat cerita, Ali melakukan debut di Premier League saat melawan Leeds United 23 November 1996. Dia dipercaya menggantikan Matt Le Tissier yang merupakan pemain andalan The Saints.
Layaknya Sultan, 5 Pemain Ini Bagi-Bagi Kado Mewah ke Rekan Setim
Ali memakai kostum nomor punggung 33. Tapi entah apa yang terjadi, dia minta diganti pada menit 86 karena kelelahan. Keesokannya Ali minta ditangani fisioterapis.
Setelah itu Ali pergi dan tidak pernah kembali lagi. Souness, Le Tissier, dan semua orang di Southampton baru sadar jika mereka tertipu. Kontrak sang pemain akhirnya diputus setelah dua pekan bergabung.
Kocak, Cuma Pemain Ini yang Berani Ngomong Kasar ke Alex Ferguson
Setelah dicek lebih jauh, Weah yang menghubungi Souness bukanlah pesepak bola terbaik dunia. Dia hanya orang biasa yang merupakan teman sekolah Ali. Kisah memalukan ini diceritakan Le Tissier dalam otobiografinya.
“Itu luar biasa. Dia (Ali) berlari di lapangan seperti Bambi on the ice. Sangat memalukan untuk dilihat. Souness sebenarnya harus cepat menariknya keluar lagi karena dia bermain sangat buruk,” tulis Le Tessier dikutip Sport Bible, Selasa (24/11/2020).
“Saya tidak tahu apakah dia sepupu Weah sungguhan atau bukan. Saya kira dia bukan sepupu Weah. Dia hanya ingin pergi ke lapangan dan bermain. Saya pikir itu adalah ide yang bagus dari seseorang,” ujarnya.
Setelah Southampton, Ali diketahui sempat bergabung dengan klub kasta bawah Inggris seperti Gateshead dan Spennymoor United. Namun karier sang penipu juga tidak berlangsung lama.
Editor: Bagusthira Evan Pratama