Kisah Dario Conca, Pemain Argentina yang Gajinya Pernah Cuma Kalah dari Messi dan Ronaldo
JAKARTA, iNews.id - Nama Dario Conca mungkin asing bagi pecinta sepak bola di Indonesia. Pemain asal Argentina ini pernah menempati posisi ketiga secara besaran gaji, hanya tertinggal dari Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Conca sudah memutuskan pensiun dari sepak bola pada April 2019. Meski begitu, kisahnya masih bisa menjadi ulasan menarik di era sepak bola modern. Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini pernah mempunyai gaji selangit.
Kisah gaji selangit Conca berawal dari tahun 2010. Kala itu, Conca berperan besar untuk mengantar Fluminense mengakhir puasa gelar sejak 1984. Conca pu menarik perhatian kancah sepak bola dunia. Namanya juga semakin harum karena menyabet sejumlah penghargaan individu.
Dia tercatat berhasil menjadi pemain terbaik di Liga Brasil pada tahun 2010. Meski dilirik banyak klub top Eropa, Conca memilih hijrah ke klub raksasa asal China, Guangzhou Evergrande pada tahun 2011. Rekor yang dipegang oleh Conca berawal dari sini.
Infografis 5 Mobil yang Cuma Diproduksi 1 Unit di Muka Bumi, Ada Milik Cristiano Ronaldo
Melansir Sport Bible, Sabtu (3/12/2022), Conca berhasil memecahkan rekor transfer Liga China. Menandatangani kontrak selama 2,5 tahun, Conca mendapatkan gaji sebesar 170 ribu poundsterling atau sekira Rp3 miliar per pekan.
Saat itu, gaji yang diterima oleh pemain kelahiran General Pacheco, Argentina itu hanya kalah dari Messi dan Ronaldo. Conca yang bermain di Guangzhou Evergrande hanya tertinggal dari Messi dan Ronaldo, yang saat itu tengah membela Barcelona dan Real Madrid.
Raja Salman Ingin Bawa Ronaldo dan Messi ke Klub Arab Saudi, Benarkah?
“Hanya Messi dan Ronaldo yang mendapat lebih banyak pada saat itu, keduanya itu masing-masing bermain untuk Barcelona dan Real Madrid,” tulis Sport Bible, dinukil pada Sabtu (3/12/2022).
Bek Australia Tak Takut Sihir Lionel Messi di Piala Dunia 2022: Dia Manusia Biasa
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Darío Conca (@concaoficial)
![]()
Baca JugaSaingi Koleksi Mobil Ronaldo, Messi Diam-Diam Simpan Harta Karun Seharga Rp556 Miliar
Pada tahun 2014, Conca memutuskan kembali ke Fluminense dan tidak melanjutkan kontraknya di Guangzhou Evergrande. Meski begitu, Conca mampu mempersembahkan total enam gelar untuk Guangzhou Evergrande, salah satunya adalah gelar Liga Champions Asia 2013.
Kembalinya Conca ke Fluminense membuat gajinya turun drastis menjadi 8 ribu poundsterling (Rp144 juta) per pekan. Tetapi, Conca tidak bertahan lama di Fluminense, dia kembali tergoda untuk bergabung dengan klub China, Shanghai SIPG.
Kala itu, Shanghai SIPG sedang dilatih oleh pelatih kawakan, Sven Goran Eriksson. Eriksson sempat memuji penampilan Conca yang mirip seperti Messi. Namun, kariernya tidak secemerlang di Guangzhou Evergrande. Conca pun sempat dipinjamkan ke Flamengo.
Per 2018, kontrak Conca dan Shanghai SIPG habis. Tak mendapatkan tawaran dari klub manapun, Conca akhirnya menganggur selama hampir sembilan bulan. Akhirnya, pada akhir tahun 2018, Conca kembali bermain sepak bola bersama Austin Bold di Liga Amerika Serikat.
Conca pun semakin meredup seiring bertambah tua usianya. Di Austin Bold, dia hanya memainkan tiga pertandingan sebelum memutuskan pensiun pada April 2019. Meski begitu, karier Conca patut dikenang lantaran pernah menjadi pesaing Messi dan Ronaldo secara besaran gaji.
Editor: Dimas Wahyu Indrajaya