Kisah Dramatis Shayne Pattynama: Panggilan Dadakan, Cetak Penalti, Angkat Trofi Timnas Indonesia
“Menjuarai FIFA ASEAN Cup bersama-sama memiliki arti yang lebih besar dari yang bisa diungkapkan dengan kata-kata,” lanjut pemain berusia 28 tahun itu.
Gelar tersebut memiliki arti penting bagi Indonesia karena menjadi trofi yang diraih setelah penantian panjang sejak SEA Games 1991 di Manila. Shayne merasa bangga bisa menjadi bagian dari skuad yang membawa Indonesia kembali merasakan keberhasilan di panggung sepak bola regional.
“35 tahun adalah penantian yang sangat panjang. Saya bangga kepada setiap orang di tim ini dan bangga bisa mengenakan jersey ini. Kami berhasil melakukannya, Indonesia. Gelar ini untuk kita semua,” tutup Shayne Pattynama.
Keberhasilan Indonesia menaklukkan Thailand melalui adu penalti pada FIFA ASEAN Cup 2026 juga mengingatkan publik pada final SEA Games 1991 di Manila. Kala itu, kedua negara kembali bertemu dalam pertandingan perebutan medali emas.
Timnas Indonesia meraih medali emas SEA Games 1991 setelah bermain imbang 0-0 hingga perpanjangan waktu. Skuad Garuda kemudian menang 4-3 melalui adu penalti atas Thailand.
Kesamaan lawan dan penentuan juara melalui adu penalti membuat kedua pertandingan tersebut memiliki catatan tersendiri dalam perjalanan sepak bola Indonesia. Pada 2026, Indonesia kembali mengalahkan Thailand melalui adu penalti, kali ini untuk meraih gelar FIFA ASEAN Cup.
Bagi Shayne Pattynama, keberhasilan tersebut menjadi pengalaman istimewa dalam kariernya bersama Timnas Indonesia. Datang melalui panggilan terakhir, dia langsung berkontribusi dalam pertandingan final dan ikut merasakan momen ketika Skuad Garuda mengangkat trofi juara.
Editor: Reynaldi Hermawan