Kisah Eric Cantona, Raja Lapangan Hijau yang Menjelma jadi Aktor Ternama
PARIS, iNews.id – 24 Mei 1966, seorang Eric Cantona terlahir ke muka bumi. Dalam perjalanannya, pemilik nama lengkap Eric Daniel Pierre Cantona itu menjelma menjadi salah satu mantan pesepak bola paling ikonik di dunia. Dia pernah menjadi lambang sukses Manchester United (MU) pada periode 1992-1997.
Usai sukses membawa Leeds United juara Liga Inggris 1991/1992, Cantona diboyong Pelatih MU Sir Alex Ferguson ke Old Trafford pada November 1992.
Awal mulanya, CEO Leeds Bill Fotherby menelepon CEO MU Martin Edwards untuk menanyakan tentang ketersediaan Denis Irwin. Kebetulan, Edwards sedang dalam pertemuan dengan Ferguson pada saat itu, dan keduanya sepakat Irwin tidak untuk dijual.
Dalam kesempatan itu, Ferguson langsung mengutarakan timnya butuh seorang penyerang setelah gagal memboyong David Hirst, Matt Le Tissier dan Brian Deane. Dia langsung meminta Edwards menanyakan ke Fotherby apakah Cantona akan dijual.
Kemudian, Fotherby berkonsultasi dengan Manajer Leeds Howard Wilkinson, dan dalam beberapa hari kesepakatan itu selesai. Cantona berganti kostum The Red Devils dengan kompensasi 1,2 juta poundsterling.
Kehadiran Cantona membawa gairah baru kepada MU yang di musim sebelumnya finis nomor dua di belakang Leeds. Sosok yang terkesan angkuh dan sombong itu dikenal dengan gaya baju dengan kerah terangkat saat masuk ke lapangan.
Hasilnya, pemain yang identik dengan nomor 7 itu langsung membantu MU juara Premier League pada musim debutnya. Itu sekaligus menjadi titel liga pertama buat Ferguson sejak pertama dipekerjakan MU pada 1986.
Dalam empat setengah tahun di Old Trafford, total sembilan trofi berhasil dihadirkan striker kelahiran Marseille, Prancis itu, empat di antaranya titel Premier League. Julukan King Cantona pun diucapkan serentak oleh pada fans MU kepadanya.
Meski begitu, di antara pesonanya di lapangan juga terselip kisah kontroversial. Yang paling dikenang tentu aksi tendangan kungfunya kepada seorang fans Crystal Palace, 25 Januari 1995.
Sebelum kejadian, Cantona diusir wasit setelah menendang bek Palace Richard Shaw yang membuatnya frustrasi sepanjang pertandingan. Saat berjalan menuju terowongan, seorang fans Palace bernama Matthew Simmons berlari mendekatinya dan meneriakinya.
Dengan reflek, Cantona langsung melayangkan tendangan kungfu dan serangakaian pukulan kepadanya. Aksi brutalnya itu membuatnya diganjar denda 20.000 poundsterling dan larangan bermain selama delapan bulan.
Imbas dari ulahnya itu, dia juga dicoret dari Timnas Prancis, dan sejak saat itu tak pernah lagi kembali bermain untuk negaranya. Buat MU, kejadian itu menjadi awal dari kegagalan mereka mempertahankan titel Premier League yang akhirnya lepas ke tangan Blackburn Rovers.
Namun, di samping musibah, ada berkah yang dirasakan Cantona. Selama menjalani masa skorsing, dia menerima tawaran menjadi aktor untuk memerankan seorang pemain rugbi dalam sebuah film Prancis berjudul “Happiness is in the Field”.
Sehingga, setelah dia memutuskan pensiun dari lapangan hijau pada 1997, Cantona sudah punya sandaran baru untuk kehidupannya. Lepas dari sepak bola, dia langsung fokus sebagai aktor.
Tercatat, setidaknya ada 30 judul film yang telah dibintanginya. Bahkan, bukan hanya jadi aktor, beberapa film tersebut juga dia sutradarai sendiri.
Sejarah mencatat, pria yang kini genap berusia 54 tahun itu memang punya karakter yang kuat untuk jadi bintang. Selamat ulang tahun, King Cantona!
Editor: Abdul Haris