Kronologi Penyerangan Bus Persib U-18 di Rest Area Batang, Ofisial Ngumpet di Tempat Tambal Ban
"Persib memandang serius insiden ini karena menyangkut keselamatan personel yang sedang menjalankan tugas profesional, sekaligus dugaan perusakan kendaraan dan pengambilan barang milik rombongan tanpa hak," tulis Persib dalam keterangan resminya, dikutip pada Senin (12/10/2026).
Persib menegaskan penyelesaian kasus tersebut harus dilakukan melalui jalur hukum. Manajemen meminta penanganan berjalan serius dan objektif agar fakta kejadian dapat diungkap serta pihak yang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
"Segala bentuk kekerasan dan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain tidak dapat dibenarkan. Oleh karena itu, kejadian ini perlu ditangani secara serius, objektif, dan melalui jalur hukum agar fakta dapat diungkap serta pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku," tambah keterangan resmi tersebut.
Di tengah proses penanganan kasus, manajemen Persib juga mengimbau seluruh pihak, terutama suporter, agar menahan diri dan tidak melakukan aksi balasan. Klub berjuluk Maung Bandung itu mengingatkan tindakan balasan berpotensi memperburuk keadaan dan merugikan tim.
"Persib mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terdampak dan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik. Seluruh pihak juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan yang dapat memperburuk situasi," tulis keterangan resmi Persib.
Persib kini menempuh langkah hukum dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani insiden tersebut. Identitas pelaku utama penyerangan masih belum dapat dipastikan, sementara dugaan kekerasan terhadap ofisial, kerusakan bus, dan pengambilan barang milik rombongan menjadi bagian penting yang perlu diungkap dalam proses penanganan kasus.
Editor: Reynaldi Hermawan