LaLiga Tegas Perangi Pembajakan Digital di Industri Sepak Bola, Media Sosial Jadi Sasaran Utama
LaLiga menilai pembajakan digital mengancam keberlangsungan klub sepak bola, ribuan lapangan kerja, serta investasi jangka panjang pada pengembangan sepak bola usia dini dan pemain muda.
Di Spanyol, lebih dari 35 persen konten LaLiga yang dibajak masih didistribusikan melalui infrastruktur tertentu. Kondisi ini terjadi meski ribuan pemberitahuan resmi dan langkah penegakan hukum berbasis putusan pengadilan telah diterapkan oleh penyedia layanan internet.
LaLiga menegaskan teknologi untuk memberantas pembajakan secara cepat, proporsional, dan sesuai hukum sudah tersedia. Tantangan terbesar justru terletak pada kemauan sebagian perantara teknologi.
Beberapa perusahaan teknologi dinilai berlindung di balik narasi kebebasan internet dan kebebasan berekspresi. Sikap tersebut muncul meski terdapat putusan pengadilan di berbagai negara, termasuk Spanyol, Italia, dan Jepang.