Liga 1 2020 Dilanjutkan, Persebaya Pertanyakan 5 Poin Ini

Abdul Haris ยท Sabtu, 20 Juni 2020 - 06:30 WIB
Liga 1 2020 Dilanjutkan, Persebaya Pertanyakan 5 Poin Ini

Persebaya Surabaya menghormati keputusan PSSI melanjutkan Liga 1 2020. (Foto: Persebaya)

SURABAYA, iNews.id Persebaya Surabaya merespons keputusan PSSI untuk melanjutkan Liga 1 2020 di tengah pandemi Covid-19. Dalam keputusan tersebut, kompetisi akan dilanjutkan pada September atau Oktober mendatang.

Dalam hal ini, tim kebanggaan masyarakat Surabaya itu menghormati segala keputusan yang dibuat. Namun, ada lima poin yang disampaikan Persebaya agar keputusan tersebut tidak dibuat secara gegabah dan menghasilkan risiko-risiko, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Pertama, soal kesehatan dan keselamatan. Menurut tim berjuluk Bajul Ijo itu, pandemi Covid-19 ini masih belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. Masih ada kemungkinan cukup besar situasi memburuk dalam pekan-pekan, atau bulan-bulan kemudian.

Menurut manajemen Persebaya, ke depannya masih ada peluang diberlakukannya kembali PSBB atau bahkan lockdown lebih ketat. Selain itu, situasi setiap daerah, kota maupun provinsi, juga bisa berbeda-beda yang menimbulkan semakin banyaknya variabel ketidakpastian.

“Pertanyaan-pertanyaan kami: Apa yang terjadi apabila ada pemain dan personel tim yang terinfeksi Covid-19? Apalagi apabila lebih dari satu pemain atau personel tim? Tentu akan berdampak pada tim secara keseluruhan,” tutur Presiden Persebaya Azrul Ananda di situs resmi klub, Jumat (19/6/2020).

“Lebih jauh lagi, apakah kondisi fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit, mampu menghadapinya. Dan itu berpotensi menambah beban petugas kesehatan, yang sekarang saja sudah dalam kondisi sangat berkesusahan,” ujarnya.

Selain itu, menurut Persebaya, walau pertandingan digelar tanpa penonton, ada kemungkinan kelompok-kelompok suporter melakukan acara nonton bersama di berbagai kota di Indonesia.

“Dan itu berarti pengumpulan massa, berarti muncul potensi-potensi baru penyebaran virus. Apa jadinya bila sepak bola menjadi pemicu baru masalah kesehatan dan keselamatan masyarakat?” tanya Azrul.

Kedua, Persebaya juga mempertanyakan soal sosio ekonomi masyarakat. Menurut klub tersebut, pandemi Covid-19 mengakibatkan dampak ekonomi besar. Sepak bola merupakan prioritas kesekian kehidupan masyarakat, yang saat ini banyak mengalami kesusahan.

“Ya, kita tentu harus memikirkan pemain dan lain sebagainya. Namun dalam situasi ini, jutaan masyarakat dalam situasi jauh lebih membutuhkan pemenuhan kebutuhan dasar,” kata Azrul.

Ketiga soal dampak kompetisi jangka panjang. Seandainya Liga 1 2020 dilanjutkan dengan berbagai penyesuaian, Persebaya berharap segala penyesuaian itu tetap memikirkan dampak untuk musim-musim selanjutnya. Apalagi kalau harus berkaitan dengan promosi dan degradasi.

“Konsistensi sangat dibutuhkan untuk mencapai masa depan yang baik di mana semua klub peserta bisa melakukan perencanaan yang jelas untuk jangka pendek, menengah, dan panjang. Jangan sampai penyesuaian musim 2020 ini mengakibatkan terjadinya pergeseran pada konsistensi itu,” ucapnya.

Keempat tentang dampaknya untuk Timnas. Dalam hal ini, Persebaya menilai, dengan pandemi ini, justru seharusnya memberi momen bagi semua untuk mencurahkan fokus kepada Timnas.

“Mengumpulkan pemain untuk keperluan TC Timnas jauh lebih kecil risikonya daripada melanjutkan liga,” ujar Azrul lagi.

Dan yang kelima soal finansial liga dan klub-klub. Menurutnya, walau pertandingan akan diselenggarakan di Pulau Jawa, belum tentu itu jadi solusi yang ideal, khususnya buat tim dari luar Pulau Jawa.

“Sekali lagi, dalam hal ini, jangan sampai memaksakan kebijakan yang mengakibatkan penalti finansial, tanpa kepastian kelanjutan kompetisi yang matang. Apalagi kalau ketika tim-tim mulai bergerak mempersiapkan diri, tiba-tiba terjadi masalah lanjutan pandemi yang pada akhirnya tetap harus membatalkan dilanjutkannya liga,” ucapnya.

Editor : Abdul Haris