Lionel Messi Selamat dari Momen Berbahaya! Selebrasi Liar Nyaris Berujung Petaka
Perayaan itu bukan sekadar selebrasi lolos ke perempat final, tetapi juga menjadi simbol penghormatan seluruh skuad kepada pemain yang selama bertahun-tahun menjadi ikon sepak bola Argentina.
Di balik euforia tersebut, muncul kekhawatiran mengenai keselamatan Messi. Pada usia 39 tahun, setiap gerakan yang berisiko dapat berdampak besar terhadap peluang Argentina mempertahankan gelar juara dunia.
Mengangkat pemain secara berulang berpotensi menimbulkan cedera apabila terjadi salah tangkap, terpeleset, atau pendaratan yang kurang sempurna.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Beberapa hari sebelumnya, gelandang Inggris Jordan Henderson mengalami patah lengan saat merayakan kemenangan timnya atas Meksiko di Stadion Azteca. Henderson terpeleset ketika memanjat papan iklan dan harus mengakhiri turnamen lebih cepat akibat cedera tersebut.
Beruntung bagi Argentina, seluruh rangkaian perayaan berjalan lancar. Messi mendarat dengan aman setiap kali diangkat rekan-rekan setimnya, kemudian memeluk mereka sambil tersenyum sebelum meninggalkan lapangan dalam kondisi bugar.
Keberhasilan Argentina melaju ke perempat final semakin menegaskan besarnya pengaruh Messi di dalam skuad. Bagi rekan-rekan setimnya, dia bukan hanya kapten atau pemain terbaik, tetapi juga sosok yang menjadi pemimpin utama di ruang ganti dan inspirasi dalam perjuangan mempertahankan gelar Piala Dunia.
Editor: Reynaldi Hermawan