Luka Modric Ungkap Cinta AC Milan sejak Kecil, Sosok Zvonimir Boban Jadi Kunci
Pada usia 40 tahun, Luka Modric juga menjelaskan caranya tetap bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa. Dia menolak anggapan adanya formula khusus.
Menurut Luka Modric, kunci utama terletak pada kecintaan total terhadap sepak bola. Baginya, latihan dan pola makan penting, namun bukan segalanya.
“Anda harus mencintai sepak bola, memikirkan sepak bola, hidup untuk sepak bola. Latihan dan diet penting, tetapi rahasia sesungguhnya ada di hati. Saya bahagia saat latihan seperti ketika masih anak-anak,” ujar Luka Modric.
Dia juga mengenang masa kecilnya di Kroasia yang penuh kesederhanaan. Luka Modric tumbuh dalam lingkungan keluarga, jauh dari kemewahan, bahkan lebih sering berada di sekitar hewan dibanding taman kanak-kanak.
Pengalaman pahit akibat perang di awal 1990-an turut membentuk karakter Luka Modric. Dia kehilangan kakeknya dalam konflik tersebut, momen yang meninggalkan jejak mendalam.
“Tahun-tahun itu membentuk diri saya. Sepak bola membantu kami menjalani hidup sebagaimana mestinya pada usia tersebut,” ucap Luka Modric.