Man City Kalah dari Inter Milan, Tijjani Reijnders Ungkap Sinyal Positif Era Enzo Maresca
Penilaian tersebut terlihat dari jalannya pertandingan. Setelah Inter menyamakan kedudukan melalui Pavard, Manchester City mampu mengambil kendali permainan pada babak kedua dan terus menciptakan peluang.
Namun, peluang yang hadir belum mampu dikonversi menjadi gol kedua. Disiplin lini belakang Inter membuat skor 1-1 bertahan sampai waktu normal selesai.
Pemenang akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti. Inter Milan tampil lebih efektif dan mengamankan kemenangan dengan skor 3-1 dalam tos-tosan tersebut.
Tiga pemain Manchester City gagal menjalankan tugas sebagai eksekutor. Rayan Ait-Nouri, Abdukodir Khusanov, dan Nico Gonzalez tidak mampu mencetak gol dari titik penalti.
Kekalahan tersebut membuat era awal Enzo Maresca bersama Manchester City dimulai dengan hasil kurang ideal. Meski begitu, performa selama 90 menit memberikan sejumlah catatan positif bagi The Citizens.
Intensitas serangan, jumlah peluang, serta penerapan pola permainan baru menjadi modal Manchester City untuk melanjutkan persiapan pramusim Asia. Tim asuhan Maresca masih memiliki waktu untuk memperbaiki kekurangan sebelum menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Bagi Reijnders, hasil melawan Inter Milan bukan alasan untuk meragukan arah baru Manchester City. Permainan yang mulai terbentuk menjadi modal penting bagi The Citizens untuk terus berkembang menjelang bergulirnya musim baru.
Editor: Reynaldi Hermawan