Manchester City Vs PSG, Stones Pede Bikin Mbappe dan Neymar Mati Kutu

Reynaldi Hermawan · Selasa, 04 Mei 2021 - 09:45:00 WIB
Manchester City Vs PSG, Stones Pede Bikin Mbappe dan Neymar Mati Kutu
Bek Manchester City John Stones tak ciut nyali menghadapi dua striker Paris Saint-Germain (PSG) Neymar Jr dan Kylian Mbappe. (Foto: Getty Images)

MANCHESTER, iNews.id - Bek Manchester City John Stones tak ciut nyali menghadapi dua striker Paris Saint-Germain (PSG) Neymar Jr dan Kylian Mbappe. Dia percaya diri bakal membuat dua pemain bintang itu mati kutu.

Kedua tim bentrok pada leg kedua semifinal Liga Champions di Etihad Stadium, Rabu (5/5/2021) dini hari WIB. The Citizens berada di atas angin karena menang 2-1 pada pertemuan pertama di Parc des Princes pekan lalu.

Itu artinya PSG akan bermain mati-matian guna membalikkan defisit yang ada. Mbappe dan Neymar akan jadi tumpuan mereka.

Tapi Stones berjanji bakal menjaga benteng pertahanan The Citizens sebaik mungkin seperti pada pertemuan pertama. Kala itu duet dia dan Ruben Dias membuat Mbappe gagal menciptakan shot on target selama 90 menit.

"Menghadapi dua pemain kelas dunia adalah hal yang menyenangkan bagi kami sebagai bek. Untuk menguji diri kami sendiri. Menunjukkan kemampuan kami dan menunjukkan bagaimana kami dapat beradaptasi dengan tantangan untuk membuat mereka tak berkutik," kata Stones dikutip dari BEIN Sports, Senin (3/5/2021).

"Saya pikir kami melakukannya dengan sangat baik pada paruh kedua leg pertama. Ini tontonan menarik lainnya. Mudah-mudahan kami bisa membuat seluruh tim tak berkutik. Tidak hanya dua pemain itu. Kami ingin lolos ke final," ujarnya.

Itu akan menjadi final Liga Champions pertama City sepanjang sejarah. Sebelumnya rival Manchester United itu paling banter hanya mencapai semifinal.

Tapi serangkaian kegagalan tak akan membuat The Citizens minder. Sebaliknya pasukan Guardiola akan tampil mati-matian untuk menghapus kutukan.

"Saya pikir semua hal yang telah terjadi, kami tersingkir, membuat kami menjadi tim yang lebih kuat," tutur Stones.

"Kekecewaan tersingkir kami gunakan sebagai bahan bakar untuk memotivasi menuju langkah berikutnya demi mendapatkan tujuan kami, yaitu memenangkan Liga Champions. Musim ini kami memiliki peluang besar untuk melaju ke final. Coba gunakan emosi kekecewaan itu untuk memotivasi kami tampil lebih baik," ucapnya.

Editor : Reynaldi Hermawan