Menpora Malaysia Klaim Pengeroyokan Suporter Indonesia Hoaks, #ShameOnYouSyedSaddiq Trending di Twitter

Haryo Jati Waseso ยท Sabtu, 23 November 2019 - 15:27 WIB
Menpora Malaysia Klaim Pengeroyokan Suporter Indonesia Hoaks, #ShameOnYouSyedSaddiq Trending di Twitter

Menpora Malaysia Syed Saddiq. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Klaim Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia Syed Saddiq bahwa pengeroyokan kepada suporter Indonesia yang dilakukan pendukung Malaysia adalah hoaks, memancing amarah Netizen Indonesia. Hal itu membuat #ShameOnYouSyedSaddiq menjadi trending di Twitter.

Sebelumnya, tak lama seusai Timnas Indonesia dikalahkan Malaysia 0-2 di Bukit Jalil, Selasa (23/11/2019), pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia, video pengeroyokan terhadap suporter Indonesia itu viral.

Syed Saddiq pun kemudian menegaskan akan melakukan penyelidikan terhadap masalah tersebut. Namun, secara mengejutkan lewat video di akun Instagram-nya, dia menegaskan bahwa kasus tersebut tidaklah benar atau hoaks.

Hal itu langsung dibantah korban pengeroyokan yang bernama Yovan. Juga lewat video di akun Instagram miliknya, Yovan menegaskan bahwa apa yang diperlihatkan oleh video pengeroyokan tersebut benar adanya.

Pernyataan Syed Saddiq tentu membuat netizen di Indonesia marah. Mereka pun mengungkapkan kegeramannya di media sosial Twitter dan menyebut bahwa menteri berusia 26 tahun itu adalah pembohong dan seharusnya malu.

“Ini merupakan mimpi buruk bagimu dan timmu @SyedSaddiq. Lebih baik kau diam dibanding mengatakan kebohongan. Kau membuat api semakin besar. #ShameOnYouSyedSaddiq,”cuit @Elfrida0107.

Hal yang sama juga diungkapkan @rizal8218. “King of HOAX #ShameOnYouSyedSaddiq,” tulisnya. Sedangkan @Nduting1 mengungkapkan Syed Saddiq tak pantas menjadi menteri.

“Anda membuat kesalahan pak. Seharusnya Anda mundur dari kementerian #ShameOnYouSyedSaddiq,” katanya. Dengan banyaknya tagar tersebut sehingga menjadi trending, jelas menyiratkan betapa sakit hatinya masyarakat Indonesia dengan pernyataan Syed Saddiq.


Editor : Haryo Jati Waseso