MLSC Jakarta Raya dan Yogyakarta Seri 1 2026/2027 Pecah! Ada Drama Penalti hingga Juara Baru
“Yang menarik dan menurut saya luar biasa adalah dukungan orang tua ke peserta yang bertanding sangat antusias. Di setiap seri, di setiap kota pelaksanaan MLSC itu orang tua selalu berperan aktif dan itu penting sekali buat mental para pemain. Selain itu, secara kualitas permainan juga selalu ada perkembangan dari seri-seri sebelumnya sehingga terlihat ekosistem sepak bola putri di Indonesia semakin terbentuk, kompetisinya juga semakin bagus karena muncul sekolah-sekolah baru sebagai pemenang,” ujarnya.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, juga melihat peningkatan kemampuan peserta. Dia menilai perkembangan tersebut terlihat dari teknik dasar, kepercayaan diri saat menggiring bola, akurasi umpan, kontrol bola hingga pemahaman bermain sebagai tim.
“Melihat pertandingan yang sudah berjalan di MLSC seri 1 tahun ini, nampak ada sejumlah perkembangan dari kemampuan para peserta. Teknik dasar mereka semakin baik, lebih percaya diri saat menggiring bola, passing-nya semakin terarah, kontrolnya juga semakin bagus. Dan yang penting, mereka mulai mengerti cara bermain sebagai sebuah tim,” ujarnya.
Menurut Jacksen, perkembangan tersebut tidak terlepas dari pembinaan berkelanjutan melalui kompetisi usia dini. Dia menilai turnamen berjenjang memberikan pengalaman bertanding sekaligus membangun kebiasaan bermain sepak bola secara serius sejak usia muda.
“Menurut saya, Bakti Olahraga Djarum Foundation telah berhasil membuat sepak bola putri benar-benar menggeliat dan kita sekarang mulai bisa melihat hasil dari proses itu. Kalau kompetisi seperti ini terus berjalan, saya yakin kualitasnya akan terus naik karena turnamen yang kita bangun bukan hanya pertandingan, tetapi kebiasaan dan karakter para atlet untuk bermain sepak bola secara serius sejak dini. Itu yang nantinya menjadi pondasi untuk perkembangan sepak bola putri Indonesia,” tuturnya melanjutkan.