MU Klub Paling Boros di Dunia dalam 10 Tahun Terakhir, Lewati Chelsea dan Man City
Liverpool juga mencatat pembelian fantastis. Tahun lalu, The Reds memecahkan rekor transfer Inggris dengan mendatangkan Alexander Isak seharga £125 juta atau sekitar Rp2,99 triliun.
Liverpool hampir kembali menyentuh angka tersebut pada musim panas ini setelah mendatangkan Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain dengan biaya awal £107 juta atau sekitar Rp2,56 triliun. Tottenham juga masuk kelompok klub yang pernah mengeluarkan lebih dari £100 juta setelah mendatangkan Sandro Tonali.
Di luar Inggris, Paris Saint-Germain berada di posisi keempat untuk total belanja pemain selama periode tersebut. PSG juga masih memegang rekor transfer dunia setelah membayar Barcelona £200 juta atau sekitar Rp4,79 triliun untuk Neymar pada 2017.
Barcelona berada di posisi kesembilan dalam daftar total pengeluaran meski pernah mengeluarkan £142 juta atau sekitar Rp3,40 triliun untuk Philippe Coutinho. Real Madrid justru hanya menempati posisi ke-14 setelah memecahkan rekor transfer klub pada musim panas ini dengan mendatangkan Yan Diomande senilai £115 juta atau sekitar Rp2,75 triliun.
Bayern Munich bahkan tidak masuk 15 besar klub dengan total pengeluaran terbesar dalam periode tersebut. Sementara itu, Newcastle United menjadi klub Premier League lain yang masuk 10 besar setelah memperoleh pemasukan besar dari penjualan pemain, termasuk Alexander Isak dan Sandro Tonali dalam beberapa tahun terakhir.
Besarnya aktivitas transfer klub-klub Premier League juga belum menunjukkan tanda melambat. Pada bursa transfer musim panas ini saja, klub-klub Premier League menghabiskan total £3,46 miliar atau sekitar Rp82,85 triliun, sekaligus mencatat rekor baru pengeluaran.
Data tersebut memperlihatkan Manchester United tetap menjadi klub dengan beban net spend terbesar dalam satu dekade terakhir, meski Chelsea menjadi klub yang mengeluarkan uang paling banyak secara keseluruhan. Perbedaan tersebut terutama muncul dari kemampuan Chelsea menghasilkan pemasukan besar melalui penjualan pemain.
Editor: Reynaldi Hermawan