Ngeri! Pemain Timnas Indonesia Diteror Ancaman Pembunuhan
Herdman menilai media sosial membuat seseorang semakin mudah melontarkan hinaan tanpa berhadapan langsung dengan orang yang menjadi sasaran. Menurut dia, tindakan tersebut tetap mempunyai dampak nyata terhadap kondisi mental pemain.
"Sangat mudah mengirimkan hinaan sambil bersembunyi di balik keyboard atau telepon. Tetapi secara mental, itu menyakitkan," ujar Herdman.
Dia kemudian mengungkap bentuk serangan yang diterima pemain tidak berhenti pada perundungan. Sejumlah pemain, menurut Herdman, bahkan mendapatkan ancaman pembunuhan.
"Anak-anak kami mendapatkan ancaman pembunuhan. Itu menyakitkan," katanya.
Herdman berharap masyarakat dan pencinta sepak bola Indonesia bisa lebih bijak dalam memberikan kritik kepada pemain. Dia mengingatkan pemain sepak bola tetap manusia yang dapat terdampak oleh serangan maupun ancaman di dunia maya.
"Kita harus lebih baik dari ini. Kita harus lebih baik dari ini. Kita semua manusia," ucap Herdman.
Timnas Indonesia kini harus mengalihkan fokus menuju pertandingan terakhir FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda dijadwalkan menghadapi Thailand pada laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Editor: Abdul Haris