Nova Arianto Ungkap Mental Timnas Indonesia U-16 Masih Lemah: Gampang Nyerah Kalau Sudah Capek
JAKARTA, iNews.id- Pelatih Timnas Indonesia U-16 Nova Arianto menyebut masalah mental jadi masalah utama anak asuhnya selain kebugaran fisik. Nova menilai pemain Indonesia gampang menyerah ketika capek.
Timnas U-16 Indonesia akan ambil bagian pada Piala AFF U-16 2024 dan Kualifikasi Piala Asia U-17 2025. Tim itu juga diharapkan lolos ke Piala Dunia U-17 2025.
Nova mengatakan mentalitas memang menjadi persoalan yang dialami pemain-pemain muda Indonesia. Jadi, dia sempat menyerukan kalimah "jangan main-main" saat memberikan porsi latihan untuk Timnas Indonesia U-16.
"Masalah kita selama ini kan masalah mental pemain dan itu saya lihat pemain masih belum bisa memaksa kondisinya karena disaat mereka capek ya dia akan menyerah," kata Nova di JIS, Kamis (28/3/2024).
Manajer Timnas Indonesia Jelaskan soal Proses Perpanjang Kontrak STY: Tunggu Hasil Piala Asia U-23
"Itu juga yang menjadi konsen dari coach Shin dari awal dia datang saya masih inget masalah pemain dari Indonesia adalah masalah mental yang tidak ingin memaksa disaat sudah capek," tambahnya.
Mantan pemain Timnas Indonesia itu mengatakan memang belum luas dengan mentalitas para pemainnya. Dia harap kondisi itu dapat segera diatasi dengan waktu yang singkat.
Nova Arianto Incar 7 Pemain Keturunan untuk Masuk Timnas Indonesia U-16, Dipanggil Awal Mei
"Dan itu saya lihat tadi di tes ada sekitar 6 pemain yang sebenarnya ada 3 kali kesempatan mereka belum berhenti, tapi dia berhenti disaat merasa capek dan itu menurut saya tidak bisa terima karena sekali lagi Timnas harus berbeda dengan di klub," katanya.
Kalau kondisi fisik pemain Timnas Indonesia, menurut Nova sudah cukup baik meski masih perlu ditingkatkan. Namun, hal tersebut bukan menjadi pekerjaan yang cukup besar buatnya.
Asisten Shin Tae-yong Sebut TC Timnas Indonesia untuk Piala Asia U-23 2024 Tunggu Komunikasi dengan Klub
"Rata-rata 50 persen cukup-cukup ya Cuma ada beberapa pemain yang memang masih jauh," ujarnya.
Editor: Ibnu Hariyanto