Panas 44 Derajat dan Ancaman Petir! Laga Inggris vs Norwegia Ditunda?
Jika suhu melampaui batas tersebut, pertandingan tetap dapat berlangsung dengan penerapan jeda hidrasi wajib selama tiga menit pada pertengahan babak pertama dan babak kedua. Aturan itu sudah menjadi bagian dari regulasi FIFA untuk pertandingan yang berlangsung dalam kondisi panas ekstrem.
Namun, regulasi FIFA juga memberikan opsi kepada penyelenggara untuk menunda atau membatalkan pertandingan apabila kondisi cuaca dinilai membahayakan. Keputusan tersebut bukan kewajiban, melainkan salah satu pilihan yang bisa diambil berdasarkan hasil evaluasi di lapangan.
Sebagai bagian dari prosedur, petugas akan mengukur Wet-bulb Globe Temperature (WBGT) atau indeks panas menggunakan kombinasi suhu, kelembapan, radiasi matahari, dan kecepatan angin. Pengukuran dilakukan 90 menit sebelum kick-off dan diulang satu jam sebelum pertandingan pada stadion yang memiliki risiko cuaca panas atau kelembapan tinggi.
Prakiraan cuaca menunjukkan suhu di Miami dapat mencapai 33 derajat Celsius saat kick-off pukul 17.00 waktu setempat. Namun, suhu yang dirasakan diperkirakan menyentuh 44 derajat Celsius akibat tingkat kelembapan yang sangat tinggi.
Kondisi tersebut diperkirakan semakin berat karena hujan dan badai petir diprediksi turun setelah pertandingan dimulai. Kombinasi panas dan kelembapan tinggi berpotensi membuat pertandingan berlangsung dalam situasi yang tidak ideal.
Meski FIFA memiliki kewenangan menunda pertandingan, langkah tersebut diyakini menjadi pilihan terakhir. Sebelumnya, perubahan jadwal kick-off sempat memicu penolakan dari Inggris dan Meksiko. Selain itu, banyak suporter telah mengeluarkan biaya besar untuk perjalanan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
FIFA menegaskan keselamatan pemain, ofisial, dan penonton menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan pertandingan. Pemenang laga Inggris melawan Norwegia nantinya akan menghadapi pemenang duel Argentina kontra Swiss pada babak semifinal Piala Dunia 2026.
Editor: Reynaldi Hermawan