Paulo Dybala Menuju AC Milan, Sinyal Kuat Reuni dengan Allegri Menguat
Penurunan tersebut tidak lepas dari masalah kebugaran akibat cedera pubalgia, serta perubahan posisi bermain. Leao lebih sering dimainkan sebagai striker dalam skema 3-5-2, bukan di posisi naturalnya sebagai winger kiri.
MU Umumkan Target Utama di Bursa Transfer Musim Panas, Rp1,7 Triliun Disiapkan
Kondisi ini memicu kekecewaan sebagian pendukung Milan. Bahkan, dia sempat mendapat cemoohan saat tim kalah 0-3 dari Udinese. Situasi itu membuka peluang bagi manajemen untuk mempertimbangkan penjualan pada bursa transfer musim panas.
Jika Leao benar-benar hengkang, Milan dipastikan akan melakukan investasi ulang di lini serang. Selain mencari penyerang tengah murni, klub juga membuka opsi mendatangkan pemain kreatif seperti Dybala untuk menambah variasi serangan.
Demi Leon Goretzka, Inter Milan Siap Tikung Arsenal dan Tottenham di Bursa Transfer
Dybala sendiri masih menunggu kejelasan masa depannya di Roma. Hingga kini, dia belum menerima kepastian apakah kontraknya akan diperpanjang atau dibiarkan berakhir.
Meski demikian, dia tetap membuka peluang bertahan dengan penyesuaian gaji. Di sisi lain, tawaran dari klub Eropa dan Amerika Selatan mulai berdatangan, termasuk dari Argentina dan Brasil.
Jika harus pergi, Dybala dikabarkan lebih memilih bertahan di Eropa, khususnya Italia. Faktor ini membuat Milan menjadi destinasi yang realistis, apalagi dengan potensi reuni bersama Allegri yang pernah bekerja dengannya di Juventus.
Selain itu, kondisi fisik juga menjadi pertimbangan penting. Dalam dua musim terakhir, dia kerap diganggu cedera. Situasi tersebut membuat dia disebut siap menerima kontrak berbasis performa, tergantung jumlah penampilan dan kontribusi gol.
Rencana Milan merombak lini depan diprediksi menjadi salah satu manuver terbesar di bursa transfer musim panas. Jika transfer ini terwujud, kehadiran Dybala bisa mengubah wajah serangan Rossoneri secara signifikan.
Editor: Reynaldi Hermawan