Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Modern Pentathlon Antar Indonesia Raih Emas ke-79 di SEA Games 2025, Selangkah Lagi Capai Target!
Advertisement . Scroll to see content

Perak SEA Games 2019 Modern Pentathlon Indonesia Dihapus, MPI Kecewa

Jumat, 06 Desember 2019 - 12:11:00 WIB
Perak SEA Games 2019 Modern Pentathlon Indonesia Dihapus, MPI Kecewa
Medali perak SEA Games yang didapat atlet Cintya Nariska nomor beach triathle individual women dihapus oleh panitia.
Advertisement . Scroll to see content

SUBIC, iNews.id - Kontroversi kembali terjadi di SEA Games 2019, setelah medali perak yang didapat atlet Cintya Nariska nomor beach triathle individual women dihapus. Mereka hanya mengakui medali emas yang diraih Dea Salsabila Putri

Pada ajang yang digelar di Subic Bay Boardwalk, Jumat (6/12/2019), Dea menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 19 menit 52,73 detik. Seharusnya, City mendapat medali perak karena berada di peringkat kedua setelah mencatatkan waktu 20 menit 2,02 detik.

Tetapi pihak panitia memberikan medali perak justru kepada atlet Thailand, Sanruthai Aransiri yang seharusnya meraih perunggu dengan catatan waktu 20 menit 50,97 detik.

Hasil itu membuat atlet tuan rumah, Princess Honey Arbilon yang berada di posisi keempat mendapat medali perunggu dengan catatan waktu 21 menit 29,36 detik. Manajer Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Glenn Apfel mengaku kaget Cintya tidak mendapat medali perak.

“Dikatakan di situ bahwa satu negara hanya boleh satu (medali). Jadi kami kan dapat emas dan perak, dan sudah siap di podium, tetapi negara lain yang masuk. Sedangkan kami masih menelusuri dari mana peraturan satu negara hanya satu medali,” kata Apfel.

Apfel menyesalkan keputusan panitia yang tak memberikan medali perak kepada atletnya. Menurutnya, pihak penyelenggara seharusnya informasi mengenai pembatasan pemberian medali kepada negara peserta.

“Kalau itu dibacakan di technical meeting, saya rasa kami bisa menerimanya dan memberi tahunya kepada atlet. Hal ini tidak di bahas di technical meeting. Padahal masalah ini penting. Seharusnya diberitahukan, baru kita oke,” ujarnya.

Kontroversi memang menghantui pelaksanaan SEA Games 2019. Sebelumnya, sejumlah negara konstestan mengeluhkan akomodasi yang disediakan pihak panitia.

Kontingen Indonesia juga sempat mengeluhkan adanya makanan non-halal di prasmanan mereka. Selain itu, laga Timnas U-23 melawan Laos di Stadion Imus tidak bisa disiarkan karena jarak jauh dan panitia yang kekurangan biaya.

Selain itu, ruang ganti para pemain menggunakan ruang kelas di sekolah yang dekat dengan stadion. Keadaan itu sempat membuat Netizen di Tanah Air meradang.

Editor: Haryo Jati Waseso

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut