Perangi Kemiskinan, Marcus Rashford Akan Dapat Gelar Doktor Kehormatan

Reynaldi Hermawan ยท Rabu, 15 Juli 2020 - 17:21 WIB
Perangi Kemiskinan, Marcus Rashford Akan Dapat Gelar Doktor Kehormatan

Penyerang Manchester United Marcus Rashford. (Foto: AFP)

MANCHESTER, iNews.id – Striker Manchester United (MU) Marcus Rashford akan menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Manchester, akhir musim ini. Capaian itu didapatnya usai berjasa memerangi kemiskinan di kalangan anak selama pandemi Covid-19.

Rashford bekerja sama dengan lembaga bernama Fare Share UK untuk mengumpulkan dana sebesar 20 juta poundsterling atau sekitar Rp367 miliar guna dibagikan kepada anak-anak yang kurang mampu dalam bentuk makanan.

Striker Timnas Inggris berusia 22 tahun itu juga menyurati Pemerintah Inggris yang  berencana menghapus jatah kupon makanan gratis di sekolah-sekolah selama musim panas. Namun Rashford vokal menentangnya hingga akhirnya pejabat di negara tersebut kembali memberlakukan kebijakan itu.

Jasa-jasanya di luar lapangan itu yang membuat Universitas Manchester tak ragu menyematkan gelar doktor kehormatan kepada Rashford. Dia menjadi orang termuda sepanjang sejarah yang mendapat gelar itu.

“Ini hari yang membanggakan bagi saya dan keluarga. Ketika melihat nama-nama besar yang pernah diberikan gelar doctor. Ini membuat saya benar-benar tersanjung,” kata Rashford di laman resmi MU, Rabu (15/7/2020).

“Kami masih memiliki jalan panjang untuk memerangi kemiskinan anak di negara ini. Tetapi menerima pengakuan dari kota Anda berarti kami sedang menuju ke arah yang benar. Dan itu sangat berarti. Terima kasih kepada Universitas Manchester,” ujarnya.

Legendaris The Red Devils Sir Alex Ferguson dan Bobby Charlton merupakan dua orang yang pernah menerima penghargaan serupa dari Universitas Mancheter sejauh ini.

“Marcus seorang pemuda luar biasa dengan bakat dan dorongan luar biasa yang membentang jauh melampaui lapangan sepak bola. Karyanya untuk amal dan kampanye terkenalnya tidak hanya membantu banyak anak muda di kota kami sendiri, tetapi juga di seluruh negeri,” kata Profesor Dame Nancy Rothwell, presiden dan wakil rektor Universitas Manchester.

Editor : Abdul Haris