Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Finalissima yang Gagal Bisa Terwujud di Final Piala Dunia 2026, Semua Tergantung Messi dan Argentina
Advertisement . Scroll to see content

Perbandingan Spanyol 2010 dan 2026: Dari Tiki-Taka ke Sepak Bola Vertikal yang Lebih Ganas

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:00:00 WIB
Perbandingan Spanyol 2010 dan 2026: Dari Tiki-Taka ke Sepak Bola Vertikal yang Lebih Ganas
Spanyol 2026 tampil dengan identitas baru saat melaju ke final Piala Dunia, meninggalkan gaya tiki-taka khas juara dunia 2010 (Foto: FIFA)
Advertisement . Scroll to see content

Pendekatan tersebut menjadi gambaran evolusi sepak bola Spanyol. La Roja tetap mempertahankan identitas teknisnya, tetapi mengadopsi permainan yang lebih sesuai dengan tuntutan sepak bola modern.

Lamine Yamal Jadi Simbol Generasi Baru

Skuad juara dunia 2010 dibangun di atas kumpulan pemain legendaris. Keberhasilan mereka tidak bergantung pada satu bintang utama, melainkan kekuatan kolektif.

Xavi mengendalikan tempo permainan, Iniesta menghadirkan kreativitas, Busquets menjaga keseimbangan lini tengah, sedangkan David Villa menjadi penyelesai akhir yang tajam.

Berbeda dengan generasi tersebut, Spanyol 2026 memiliki satu sosok yang paling banyak menyita perhatian, yaitu Lamine Yamal. Pada usia 19 tahun, pemain Barcelona itu telah berkembang menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di dunia.

Kemampuan Yamal melewati lawan dalam duel satu lawan satu, menciptakan peluang, dan menghadirkan momen-momen menentukan memberikan dimensi baru bagi permainan Spanyol. Dia menghadirkan kualitas individu yang jarang dimiliki skuad juara dunia 2010.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut