Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Deal! Eks PSG Layvin Kurzawa Teken Kontrak dengan Persib Akhir Pekan Ini 
Advertisement . Scroll to see content

Perseman Manokwari, Si Ular Putih Era Perserikatan dan Kontroversi Vs Persib

Selasa, 08 November 2022 - 06:05:00 WIB
Perseman Manokwari, Si Ular Putih Era Perserikatan dan Kontroversi Vs Persib
Nama klub Perseman Manokwari tidak terdengar selama tujuh tahun terakhir. Kondisi ini terjadi semenjak tim tersebut degradasi ke Liga Nusantara pada 2015. (Facebook/Perseman Manokwari)
Advertisement . Scroll to see content

MANOKWARI, iNews.id - Nama klub Perseman Manokwari tidak terdengar selama tujuh tahun terakhir. Kondisi ini terjadi semenjak tim tersebut degradasi ke Liga Nusantara pada 2015.

Sebenarnya, tim berjuluk Hino Cofu atau Ular Putih itu tidak bisa dipisahkan dengan perjalanan sepak bola Indonesia. Sebab, tim itu sangat melegenda meski prestasi kini sedang surut.

Perseman pernah tidak ambil bagian dalam kompetisi Liga Nusantara selama dua musim yaitu 2016 dan 2017. Tim itu pun baru menampakan jati dirinya saat ambil bagian pada Liga 3 Asprov PSSI Papua Barat pada 2018.

Jika melihat kondisi tim berjersey Kuning-Hitam itu saat ini memang sulit dibayangkan. Padahal, Perseman sempat harum namanya saat berkiprah dalam kompetisi di Indonesia pada 1985.

Jika melihat ke belakang, tim yang berasal dari Papua Barat tersebut mampu menembus ke peringkat enam besar Kompetisi Antar-Perserikatan Nasional 1985. Capaian apik pun berlanjut pada musim berikutnya, setelah Perseman lolos ke babak final perserikatan 1986.

Berkat torehan positif dua musim tersebut, Perseman disebut sebagai tim hantu oleh banyak kalangan. Sebutan itu berkaca penampilan tim tersebut begitu menakutkan buat para lawan.

Kendati demikian, perjalanan tim itu pernah tercoreng karena terlibat sepak bola gajah. Perseman memilih mengalah dari Persib Bandung dalam babak enam besar kompetisi era perserikatan di Stadion Utama, Senayan, Jakarta pada 6 Maret 1986.

Saat itu, Persib membutuhkan kemenangan agar bisa lolos ke partai selanjutnya. Sementara, Perseman sudah memastikan lolos.

Kondisi itu membuat Perseman menurunkan pemain cadangan, sedangkan tim berjuluk Maung Bandung skuad inti. Alhasil, Persib berhasil menang telak 6-0 dalam laga itu.

Akan tetapi, pada akhirnya Perseman dan Persib kembali berjumpa dalam partai puncak kompetisi perserikatan 1986. Sayangnya, Persib malah menjadi momok buat tim itu.

Persib Bandung sukses mengubur mimpi Perseman untuk menjadi juara setelah menang 1-0. Gol semata wayang tim kebanggaan warga Jawa Barat itu diciptakan oleh Djadjang Nurdjaman.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut