Persib Lolos dari Jerat FIFA Registration Ban, Perkara Robert Rene Alberts Tuntas
BANDUNG, iNews.id - Persib Bandung resmi terbebas secara permanen dari FIFA Registration Ban. Mereka telah menyelesaikan kewajiban pembayaran dalam perkara lama dengan mantan pelatih Robert Rene Alberts.
Kepastian tersebut menjadi kabar penting bagi Maung Bandung menjelang bergulirnya musim kompetisi 2026/2027. FIFA secara resmi menyatakan proses perkara Persib telah ditutup setelah klub menyelesaikan kewajiban sesuai keputusan yang menjadi dasar perkara.
Konfirmasi tersebut disampaikan FIFA melalui surat resmi bertanggal 11 Agustus 2026 dengan Ref. No. FDD-28859. Dalam surat itu, FIFA menyatakan sudah menerima konfirmasi mengenai pembayaran jumlah yang menjadi kewajiban Persib kepada Robert Rene Alberts.
Setelah menerima konfirmasi penyelesaian kewajiban tersebut, FIFA mengambil keputusan untuk mencabut larangan Persib mendaftarkan pemain baru. Pencabutan berlaku secara permanen untuk perkara tersebut.
FIFA juga meminta PSSI segera mencabut larangan terkait pada tingkat nasional. Dengan keputusan itu, Persib tidak lagi menghadapi FIFA Registration Ban yang muncul dari perkara lama tersebut.
Perkara yang sudah ditutup FIFA berkaitan dengan hubungan kontraktual Persib pada periode 2022. Kasus tersebut sebelumnya diajukan oleh Robert Rene Alberts yang pernah menjadi pelatih Maung Bandung.
Manajemen Persib langsung melakukan penelaahan setelah mengetahui adanya keputusan FIFA terkait perkara tersebut. Klub kemudian mengambil langkah penyelesaian dengan memenuhi kewajiban pembayaran sesuai mekanisme yang berlaku.
"Alhamdulillah, kami bersyukur proses ini telah diselesaikan dengan baik. Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA terkait perkara lama yang berkaitan dengan periode 2022, kami langsung menentukan langkah yang diperlukan dan menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan mekanisme yang berlaku. FIFA kemudian secara resmi menyatakan proses perkara ini telah ditutup dan FIFA Registration Ban terkait perkara tersebut telah dicabut secara permanen," tulis Persib di laman resmi klub.
Manajemen Persib menilai penyelesaian perkara tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab klub dalam menghormati keputusan regulator. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga tata kelola Persib sebagai klub sepak bola profesional.
"Bagi kami, setiap keputusan regulator harus dihormati dan ditindaklanjuti secara bertanggung jawab. Ketika terdapat kewajiban yang harus diselesaikan, kami menentukan prioritas dan mengambil langkah yang diperlukan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Prinsip ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam menjaga profesionalisme dan tata kelola Persib," lanjut mereka.
Persib juga menegaskan penyelesaian perkara tersebut dilakukan dengan pendekatan rasional dan terukur. Manajemen menyebut setiap persoalan klub dikaji dari berbagai aspek sebelum keputusan diambil.
"Dalam menghadapi setiap persoalan, kami selalu mengedepankan pola yang rasional, bukan emosional. Kami melihat setiap situasi secara objektif, mempelajari aspek serta konsekuensinya, kemudian menentukan langkah berdasarkan skala prioritas. Dengan pendekatan tersebut, kami dapat mengambil keputusan secara tepat dengan tetap mempertimbangkan kepentingan Persib secara keseluruhan."
Berakhirnya perkara tersebut membuat Persib kini dapat mengalihkan seluruh perhatian kepada persiapan menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Tidak ada lagi FIFA Registration Ban dari perkara Robert Rene Alberts yang harus diselesaikan klub.
"Saat ini fokus kami adalah mempersiapkan tim menghadapi musim 2026/2027. Kami ingin seluruh energi dan perhatian klub diarahkan pada persiapan kompetisi, sehingga tim dapat tampil sebaik mungkin dan memberikan prestasi yang membanggakan bagi Bobotoh."
Manajemen Persib juga memberikan apresiasi kepada Bobotoh yang tetap memberikan dukungan selama proses penyelesaian perkara berlangsung. Klub memahami setiap perkembangan yang berkaitan dengan Persib menjadi perhatian besar para pendukung.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Bobotoh atas kepercayaan, dukungan, dan kesabarannya. Kami memahami bahwa setiap perkembangan mengenai Persib selalu menjadi perhatian. Karena itu, kami berkomitmen untuk menangani setiap kewajiban dan tantangan klub secara cepat, bertanggung jawab, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku."
Persib turut menegaskan komitmennya untuk mematuhi regulasi yang berlaku di tingkat domestik maupun internasional. Kepatuhan tersebut dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun klub sepak bola profesional.
"Persib akan terus menjaga komitmen terhadap kepatuhan regulasi dan tata kelola klub yang profesional. Bagi kami, memenuhi setiap kewajiban merupakan bagian dari tanggung jawab, sementara terus memperbaiki dan memperkuat tata kelola merupakan bagian dari perjalanan Persib untuk menjadi klub yang semakin profesional dan berkelanjutan."
Dengan FIFA Registration Ban dalam perkara tersebut resmi dicabut secara permanen, Persib kini menatap musim 2026/2027 tanpa persoalan tersebut. Maung Bandung dapat memusatkan energi pada persiapan tim dan target prestasi, sekaligus memenuhi ekspektasi Bobotoh.
Editor: Reynaldi Hermawan