Peter Schmeichel Sebut Pemain Paling Ditakuti Sir Alex Ferguson: Peraih Liga Champions 2 Kali
Manchester United sendiri pernah berhadapan dengan Liverpool pada final Piala FA tahun 1996. Juru taktik asal Skotlandia ini membuat strategi khusus untuk menjegal McManaman.
Sir Alex Ferguson menurunkan Park Ji-Sung, John O’Shea, dan Phill Neville di pertandingan tersebut. Dirinya teramat yakin bahwa McManaman tidak akan berkutik ketika dihadapkan oleh gelandang terbaik The Red Devils.

Padahal, saat itu Liverpool juga memiliki pemain kejutan lainnya seperti Alan Shearer. Mantan pemain Timnas Inggris itu bisa berbuah ancaman bagi Setan Merah.
Namun, McManaman merupakan sosok yang menjelma menjadi pemain mengerikan. Bahkan Sir Alex Ferguson disebut akan berkeringat karena melihat aksinya.
“Maksud saya, dia akan menyebut Alan Shearer dan pemain lawan utama lainnya dalam pembicaraan tim tetapi tidak pernah dengan rasa takut. Namun, McManaman selalu membuatnya berkeringat,” tambah Schmeichel.
“Dan sejujurnya, Steve (McManaman) adalah pesepak bola yang fantastis. Pemikiran Fergie selalu bahwa jika Anda mengeluarkan McManaman dari permainan, Anda mengeluarkan Liverpool,” pungkasnya.
Betul saja, strategi Sir Alex Ferguson memang manjur. Terbukti, McManaman kesulitan menusuk jantung pertahanan Manchester United.
Lewat gol tunggal Eric Cantona, Setan Merah menyingkirkan Liverpool 1-0. Cantona berhasil mengamankan gelar kemenangan di lima menit menuju akhir laga.
2 of the best teams in the world @LFC@realmadridpic.twitter.com/C4vGKWPjtP
— Steve McManaman (@Mcmanaman_17) December 8, 2014
Sebagai informasi, Steve McManaman telah menyumbangkan 1 Piala FA dan 1 Piala Liga Inggris selama berkostum Liverpool. Winger kanan ini memutuskan hengkang ke Real Madrid pada 1999 dan menyatakan gantung sepatu setelah bermain untuk Manchester City pada 2005.
Di Real Madrid, McManaman menjuarai Liga Champions (2000 dan 2002). Sosok yang kini berusia 49 tahun itu pun berpredikat pemain Inggris pertama yang menjuarai Liga Champions dua kali dengan klub non Inggris.
Editor: Dimas Wahyu Indrajaya