Profil Benny Dollo, Pelatih Terakhir yang Bawa Timnas Indonesia Raih Trofi
Namun Libya U-23 menolak untuk melanjutkan pertandingan di babak kedua. Akhirnya Bambang Pamungkas dan kolega juara berkat menang WO.
Kabarnya Libya U-23 enggan kembali bermain karena adanya tindakan tidak sportif dari tim tuan rumah. Mereka mengklaim telah terjadi insiden pemukulan terhadap pelatihnya, Gamal Adeen Nowara.
Timnas Indonesia senior juara Piala Kemerdekaan edisi terakhir itu meski dengan cara yang tak biasa. Setelahnya Garuda tak pernah terbang tinggi lagi di berbagai ajang.
Profil Benny Dollo
Bendol memulai karier kepelatihannya pada tahun 1983, atau di usia 33 tahun.
Bendol sempat menangani dua klub sepak bola Indonesia, yang didominasi oleh etnis Tionghoa-Indonesia. Klub sepak bola tersebut bernama Union Makes Strength (UMS) selama dua tahun (1983-1985).
Kemudian, Bendol mencoba peruntungannya dengan melatih klub besar kala itu, Pelita Jaya Jawa Barat. Pada musim pertamanya, Benny belum bisa mempersembahkan trofi. Namun, setelah beberapa musim, Benny akhirnya mempersembahkan tiga gelar Indonesia Galatama pada 1988-1989, 1989-1990, dan 1993-1994.