Profil Roger Milla, Bintang Afrika di Piala Dunia yang Warnai Sepak Bola Indonesia
Piala pertama Roger Milla didapat ketika ia memperkuat AS Monaco. Di saat yang sama pula, namanya kian melesat. AS Monaco dibawanya menjadi Kampiun Piala Prancis 1980. Akibat prestasi dan kehebatannya, banyak klub melirik Roger Milla.
Klub Bastia membeli Roger Milla karena dinilai memiliki performa yang baik pada saat sang pemain memperkuat Monaco. Di Bastia, Roger Milla kembali berhasil menjuarai Piala Prancis 1981.
Tak hanya sampai sana, Roger Milla pindah ke salah satu klub elite Prancis pada masanya, Saint Etienne. Di usianya yang kian menua, dia memperkuat tim Saint Etienne selama dua tahun dan pindah ke Montpellier. Di Montpellier, dia bermain di Piala UEFA yang pada saat itu usianya telah mencapai 36 tahun.
Jika berbicara tentang kariernya di Piala Dunia, Roger Milla telah ikut bertanding di Piala Dunia selama tiga edisi yaitu 1982, 1990 dam 1994. Dia menjadi pemain tertua yang tampil di Piala Dunia dengan usianya yang menginjak 42 tahun pada edisi 1994.
Hebatnya dia memegang rekor sebagai pencetak gol tertua di Piala Dunia. Enam bulan setelah Piala Dunia 1994, Roger Milla mentas di Kompetisi Liga Indonesia.