Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perusak Bus Persib U-18 di Tol Batang Positif Sabu dan Ganja, Polisi Buru Pelaku Lain
Advertisement . Scroll to see content

PSSI Murka Bus Persib U-18 Diserang dan Koper Dijarah, Desak Polisi Tangkap Pelaku!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:40:00 WIB
PSSI Murka Bus Persib U-18 Diserang dan Koper Dijarah, Desak Polisi Tangkap Pelaku!
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi. (Foto: iNews/Cikal Bintang)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – PSSI mengecam keras penyerangan bus Persib Bandung U-18 yang terjadi di Rest Area KM 360 Tol Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam WIB. Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, geram melihat rombongan pemain muda menjadi sasaran kekerasan hingga mendesak kepolisian menangkap para pelaku dan memberikan hukuman berat.

Penyerangan terhadap rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 tersebut mengakibatkan seorang personel media klub mengalami kekerasan fisik. Selain itu, bus tim mengalami kerusakan dan sejumlah koper milik pemain serta ofisial diduga dijarah.

Yunus Nusi mengaku sulit memahami tindakan brutal yang menyasar pemain usia muda. Menurut dia, para pemain EPA Persib tidak memiliki hubungan dengan rivalitas ekstrem antarsuporter yang kerap memicu tindakan kekerasan.

"PSSI sangat prihatin dan ini sesuatu hal yang sulit masuk di nalar akal sehat karena kejadian ini pertama menimpa anak-anak pemain muda, yaitu Elite Pro Akademi Persib Bandung. Anak-anak ini tidak tahu apa-apa tentang rivalitas,” ujar Yunus, dikutip dari laman resmi PSSI, Senin (12/10/2026).

“Mereka murni bermain bola dengan semangat untuk kepentingan pribadi, kepentingan klub, dan kepentingan sepak bola nasional yang seharusnya dihargai oleh siapa pun, walaupun itu suporter lawan," ucapnya.

PSSI menegaskan keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam sepak bola wajib mendapat perlindungan. Prinsip tersebut berlaku bagi pemain, ofisial, pekerja media, perangkat pertandingan hingga suporter, sesuai komitmen bersama Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).

"PSSI menegaskan bahwa keselamatan seluruh insan sepak bola, termasuk suporter tim nasional maupun klub, harus menjadi prioritas. Sejalan dengan komitmen bersama FIFA, setiap orang yang datang untuk menonton sepak bola harus dapat pulang ke rumah dengan selamat," kata Yunus.


PSSI Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyerangan Bus Persib U-18

Yunus memastikan PSSI akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengusut penyerangan terhadap rombongan Persib U-18. Dia meminta aparat mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat, menangkap pelaku, dan memproses dugaan tindak pidana sesuai ketentuan hukum.

"Kami sangat menyayangkan. Ini sudah tidak masuk akal, apa yang dilakukan oleh mereka-mereka ini dengan begitu ganasnya melakukan tindakan kriminal. PSSI akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap, mencari, menangkap, serta memberikan sanksi yang seberat-beratnya,” ujar Yunus Nusi.

PSSI juga mendorong operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru atau I.League, bersama klub terkait mengambil langkah tegas. Pengusutan kasus ini diharapkan mampu mengungkap kronologi penyerangan, termasuk dugaan perusakan bus, penganiayaan, dan penjarahan barang milik rombongan.

Bagi Yunus, kekerasan terhadap pemain akademi merupakan persoalan serius yang tidak boleh dibiarkan. Apalagi, para pemain muda tersebut sedang menjalani aktivitas sepak bola untuk mengembangkan kemampuan dan berkontribusi bagi klub maupun sepak bola nasional.


Yunus Nusi Soroti Rivalitas Suporter yang Berujung Kekerasan

Yunus turut menyoroti rivalitas antarsuporter yang berubah menjadi tindakan kriminal. Dia mengingatkan persaingan dalam sepak bola seharusnya tidak berkembang menjadi permusuhan di luar pertandingan.

"Kalau seperti ini ulah-ulah suporter, tidak akan ada damai di sepak bola kita. Bayangkan saja, anak-anak Elite Pro Akademi yang masih usia dini dibuat seperti ini oleh suporter. Kami sangat menyayangkan. Sampai kapan ini akan berakhir kalau kita tidak saling sadar? Untuk apa kita melakukan hal-hal seperti itu?” tegas pria asal Gorontalo tersebut.

Menurut Yunus, rivalitas cukup berlangsung selama pertandingan di lapangan. Suporter diharapkan mampu menerima hasil pertandingan tanpa melampiaskan kekecewaan melalui kekerasan terhadap pihak lain.

Dia kembali meminta kepolisian memberikan perhatian serius terhadap kasus penyerangan bus Persib U-18. Hukuman tegas dinilai penting agar tindakan serupa tidak kembali menimpa pemain, ofisial, maupun pihak lain yang terlibat dalam kegiatan sepak bola.

"Kita juga berharap, ya, harus diakui rivalitas itu hanya 45 kali 2, itu pun cukup hanya ada di pemain. Suporter, ya, menang bersyukur, kalah harus diterima, dan tidak ada rivalitas yang ekstrem seperti ini,” tuturnya. 

“Kami sangat menyayangkan hal ini terjadi. Sekali lagi kami mohon kepada pihak kepolisian untuk memberikan hukuman yang berat, menangkap mereka-mereka ini, dan memberikan hukuman yang seberat-beratnya,” pungkas Yunus.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut