Ramai Diaspora Masuk Super League, Skenario Timnas Indonesia Juara Piala AFF?
Dia juga membantah keras anggapan PSSI ikut menanggung gaji pemain diaspora demi kepentingan Timnas Indonesia di Piala AFF. Menurutnya, praktik semacam itu tidak pernah terjadi dalam sistem sepak bola profesional.
Timnas Indonesia Tanpa Kekuatan Penuh di Piala AFF 2026, John Herdman Tetap Pasang Target Tinggi
“Dan PSSI enggak ada ikutan chip in gitu. Dari mana uang PSSI gitu untuk chip in chip in pemain, dan itu di dunia enggak terjadi seperti itu,” ujar Arya.
Arya turut mengkritik sejumlah pengamat yang dinilai kurang cermat menyikapi isu tersebut. Dia mengingatkan publik agar tidak mudah terjebak asumsi tanpa dasar logika yang jelas.
Pelatih Singapura Tak Sabar Hadapi Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
“Jadi udahlah, teori-teori konspirasi silakan, tapi tolong yang cerdas gitu. Jangan enggak cerdas,” tuturnya.
Lebih lanjut, Arya kembali menegaskan PSSI tidak memiliki keterkaitan apa pun dalam mekanisme pasar transfer pemain Super League. Federasi juga tidak memiliki kewenangan maupun kewajiban menggaji pemain.
“Kalau enggak cerdas, nanti malu juga pengamatnya. Cari yang cerdas gitu lho. Malu lho. Di mana logikanya gitu,” pungkasnya.
Masuknya pemain diaspora ke Super League, menurut Arya, semata mencerminkan dinamika pasar dan meningkatnya daya tarik kompetisi domestik, bukan bagian dari skenario tersembunyi PSSI demi ambisi juara Piala AFF.
Editor: Abdul Haris