RIP Sepak Bola Eropa, Ini Alasan European Super League Dibenci Banyak Pihak

Reynaldi Hermawan · Senin, 19 April 2021 - 16:38:00 WIB
RIP Sepak Bola Eropa, Ini Alasan European Super League Dibenci Banyak Pihak
European Super League menjadi perbincangan hangat pecinta si kulit bundar seluruh dunia. Kompetisi tersebut dikecam banyak pihak lantaran 'membunuh' sepak bola. (Foto: Give Me Sport)

MANCHESTER, iNews.id - European Super League menjadi perbincangan hangat pecinta si kulit bundar seluruh dunia. Kompetisi tersebut dikecam banyak pihak lantaran bakal 'membunuh' sepak bola Eropa.

European Super League merupakan kompetisi yang digagas 12 tim elite Eropa. Tim yang dimaksud Manchester City, Manchester United (MU), Chelsea, Liverpool, Tottenham Hotspur, Arsenal, Juventus, Inter Milan, AC milan, Real madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid.

Rencananya European Super League berformat liga dan diikuti 20 tim. Sementara delapan klub lainnya masih dalam proses pencarian. Kompetisi dimulai pada 2023/2024 mendatang.

Secara logika sebuah liga yang berisikan tim-tim besar tentu menarik untuk disaksikan. Namun nyatanya European Super League justru mendapat kecaman.

Premier League, Serie A, La Liga, UEFA dan FIFA mengecam kompetisi tersebut. Legendaris sepak bola juga tak sudi melihat European Super League digelar, salah satunya mantan kapten MU Gary Neville.

"Saya sudah menjadi penggemar MU selama 40 tahun. Tetapi, saya merasa sangat jijik. Saya paling jijik dengan MU dan Liverpool,” kata Neville dikutip dari Sky Sports, Senin (19/4/2021).

“Liverpool terus menggaungkan ungkapan You’ll Never Walk Alone, dan menjadi klub milik penggemar dan rakyat. Sedangkan MU yang sudah berusia 100 tahun, lahir dari kaum pekerja di sekitar,” ujarnya.

Pertanyaannya kenapa banyak pihak membenci European Super League?

Editor : Reynaldi Hermawan

Halaman : 1 2