Ruben Amorim Bongkar Masalah Mental AC Milan usai Kalah dari Ferencvaros di Liga Europa
Pelatih tersebut kemudian menyampaikan peringatan yang menggambarkan betapa serius persoalan yang sedang dihadapi Milan. Dia meminta tim segera melakukan pembenahan sebelum keadaan semakin sulit dikendalikan.
"Kami harus berkembang, kalau tidak, semuanya akan berakhir."
Sebelumnya, Amorim juga menilai Milan belum siap menjaga daya saing ketika harus menjalani pertandingan setiap tiga hari. Penilaian tersebut muncul setelah timnya menelan tiga kekalahan dari empat pertandingan pertama di Liga Europa, sehingga peluang untuk melaju lebih jauh kini berada dalam ancaman.
Amorim menilai persoalan utama Milan bukan terletak pada kemampuan teknis pemain maupun keputusan rotasi. Dia justru melihat masalah mental sebagai faktor yang membuat penampilan tim tidak konsisten.
"Ini perasaan saya, tetapi bukan saya yang mengatakannya. Fakta-fakta membuktikannya. Dan pertandingan hari ini menjadi bukti, kami belum siap secara mental. Aspek teknis tidak ada hubungannya. Rotasi juga tidak ada hubungannya. Kalian tidak bisa mengatakan susunan pemain utama tidak mampu memenangi pertandingan."
Dia juga membandingkan respons pemain ketika kehilangan bola dalam pertandingan melawan Ferencvaros dengan penampilan saat menghadapi Inter. Perbedaan sikap tersebut menjadi salah satu hal yang membuat Amorim kecewa.
"Kami sudah memberikan semua peluang yang kami miliki, terutama pada awal pertandingan. Saya ingat beberapa reaksi ketika kami kehilangan bola: reaksi tersebut sama sekali tidak seperti yang kami lihat tiga hari lalu, padahal kami memiliki waktu istirahat empat hari."
Kekalahan dari Ferencvaros menjadi pekerjaan besar bagi Amorim dan para pemain Milan. Dengan tiga kekalahan dari empat laga awal Liga Europa, mereka harus segera menemukan solusi agar peluang bertahan di kompetisi tersebut tidak semakin menipis.
Editor: Reynaldi Hermawan