Sabar/Reza Tertekan usai Tertinggal 0-3, Indonesia Tersingkir dari Piala Thomas 2026
“Kami sudah mencoba untuk mengeluarkan yang terbaik di gim tadi. Tapi kami harus akui Prancis bermain sangat baik, sangat percaya diri. Kami pernah bertemu mereka dua kali dan hari ini permainannya jauh berbeda dari dua pertemuan itu,” ujarnya dikutip dari rilis resmi PBSI.
Piala Thomas 2026: Fajar Alfian Bicara usai Kolaborasi Mendadak yang Selamatkan Indonesia
Dia mengakui tekanan semakin terasa karena Prancis sudah lebih dulu unggul di tiga pertandingan awal. Situasi tersebut memengaruhi mental saat turun ke lapangan.
Tekanan datang setelah kekalahan di sektor tunggal. Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Alwi Farhan gagal menyumbang poin sehingga membuat posisi tim tertinggal.
Hasil Piala Thomas 2026: Ubed Penentu Kemenangan, Indonesia Hajar Thailand 3-2
Meski begitu, Sabar tidak menyalahkan rekan setimnya. Dia justru menilai kondisi tersebut menjadi pelajaran penting untuk menghadapi turnamen beregu selanjutnya.
“Mereka mempunyai kepercayaan diri, di tiga pertandingan awal mereka sudah menang dan itu membuat asa yang tinggi. Sebaliknya kami berdua tidak bisa kontrol tekanan itu. Ini menjadi pembelajaran berharga buat kami berdua untuk ke depannya dan mudah-mudahan tim Indonesia bisa kembali dengan lebih kuat,” tuturnya.
Hasil Piala Thomas 2026: Fajar/Joaquin Menang Dramatis, Indonesia Imbangi Thailand 2-2
Dia juga menekankan pengalaman ini memberi pelajaran penting dalam mengelola tekanan di ajang beregu yang memiliki tensi tinggi.
“Pelajaran dan pengalaman besar buat kami bagaimana untuk mengontrol tekanan di turnamen beregu seperti ini. Tidak mudah apalagi dengan kondisi tim yang sedang tertinggal,” tegasnya.
Pada akhirnya, Indonesia kalah 1-4 dari Prancis. Satu-satunya poin diraih Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, namun hasil tersebut tidak mampu menghindarkan Indonesia dari kegagalan di Piala Thomas 2026.
Editor: Abdul Haris