Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Heboh! Messi Dikaitkan ke Galatasaray dengan Syarat Hanya Main di Kandang
Advertisement . Scroll to see content

Saking Jagonya, Lionel Messi Hampir Dibunuh

Jumat, 15 Mei 2020 - 22:30:00 WIB
Saking Jagonya, Lionel Messi Hampir Dibunuh
Selebrasi Lionel Messi Didedikasikan untuk Nenek (foto: fcbarcelona)
Advertisement . Scroll to see content

ROSARIO, iNews.id - Kehebatan Lionel Messi dalam mengolah bola sudah terlihat sejak kecil. Saking jagonya, Messi kecil pernah hampir dibunuh.

Messi menghabiskan masa kecilnya di kota Rosario, Argentina. Skill olah bola Messi kecil membuatnya banyak dikenal.

Meski badannya terbilang kecil dari anak seusianya saat itu, Messi terbilang berani berduel dengan lawan berbadan lebih besar.

Di lingkungannya, Messi sering bermain bola di lapangan terbuka atau bahkan di jalan. Gerakannya licin bak belut, hal inilah yang membuat lawan-lawannya kesal usai digocek dan dilewati dengan mudah.

Pernah, suatu waktu ada yang mengancam mau membunuh Messi karena sudah kehabisan cara untuk menghentikan La Pulga.

"Di lingkungan kami, kami sering bermain sepak bola, badan kami lebih besar dari Messi dan mereka mengatakan 'Gila, keluarkan dia karena kita akan membunuhnya.' Mereka ingin memukulnya, tapi dia (Messi) bertahan," kata saudara sepupu Messi, Maxi Biancucchi, dikutip dari Goal.

"Saat Messi berusia 8 atau 9 tahun, saya selalu menyaksikannya bermain. Permainannya sudah luar biasa sejak kecil," ucapnya.

Bakat luar biasa Messi membawanya bergabung dengan klub lokal Newell's Old Boy. Pada tahun 2000, Direktur Olahraga Barcelona, Carles Rexach, membawa Messi ke akademi La Masia.

Empat tahun bersama tim junior Barca, Messi akhirnya menjalani debut bersama tim utama Los Blaugrana pada 2004. Setelah itu, Messi menjelma menjadi pemain terbaik dunia dengan raihan sensasional bagi klub maupun individu.

Sayang, sampai sejauh ini, Messi belum mampu menghadirkan trofi bagi timnas Argentina. Prestasi terbaiknya adalah finalis Piala Dunia 2014 serta dua kali jadi runner-up Copa America.  

Editor: Arif Budiwinarto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut