Seberapa Menjanjikan Bisnis Klub Sepak Bola? Bisa Banyak Ruginya
Sindiran itu menyiratkan bahwa seseorang mesti siap uangnya hangus ketika membeli klub. Sebab, mereka bisa saja kehilangan sebagian besar hartanya ketika memutuskan untuk investasi ke klub sepak bola.
Sebagai contoh adalah Simon Jordan, yang pernah mengambil alih klub Crystal Palace dengan mengeluarkan 10 juta poundsterling atau Rp 191 miliar. Alih-alih untung, Simon justru merugi lantaran klub yang ia beli tak kunjung berkembang.
Oleh sebab itu, berbisnis di industri sepak bola harus benar-benar bisa memilih klub yang telah punya nama dan konsisten pendapatannya. Jika perlu, pilihlah klub yang finansialnya sangat baik.
Melansir dari Startingeleven, riset Mohamad D. Revindo di The Conversation diketahui bahw klub Indonesia rerata melakukan kegiatan ekonomi senilai Rp3 triliun setiap tahun. Pendapatan utama klub-klub tersebut berasal dari hak siar, sponsorship, merchandise, tiket, dan sumber uang komersial lainnya.
Namun, pendapatan tersebut bisa saja hanya separuhnya, yakini Rp 1,5 triliun. Untuk klub di kasta kedua, tentu saja pendapatannya lebih sedikit dari itu.