Sebut Paolo Maldini Monster, Marcel Desailly: Anehnya Tak Pernah Raih Ballon dOr
MILAN, iNews.id - Gelandang legendaris Timnas Prancis Marcel Desailly salut dengan ketangguhan Paolo Maldini sebagai seorang defender. Namun dia aneh mengapa sang legenda AC Milan itu tak pernah meraih Ballon dOr sepanjang kariernya.
Desailly tentu paham betul bagaimana hebatnya sosok Maldini. Keduanya main bareng di San Siro dari periode 1993-1998.
Bukan sekadar jadi kawan. Desailly juga sempat menjadi lawan Maldini saat Timnas Prancis jumpa Italia.

Paolo Maldini Punya Pengagum Rahasia Seorang Legenda Arsenal, Ini Sosoknya
Dia mengakui Maldini adalah bek tangguh yang kerap bikin striker lawan mati kutu. Duetnya bareng Franco Baresi di benteng pertahanan sulit ditembus tim mana pun.
Namun Desailly heran Maldini tak pernah meraih Ballon dOr atau penghargaan Pemain Terbaik Eropa.
Kehebatan Paolo Maldini Diakui 5 Pemain Top Ini, Termasuk Si Striker Angkuh
"Dia benar-benar seorang monster," kata Desailly dikutip dari Talk Sport, Senin (9/8/2021).
"Saya merasa aneh dia tidak pernah menjadi Pemain Terbaik Dunia atau Eropa. Bersama Franco Baresi dia adalah bek terbaik yang pernah saya lihat dalam karier," ujarnya.
Paolo Maldini Sebut Nama Bek yang Pantas Jadi Titisannya, Bukan dari Italia
Maldini pernah nyaris meraih Ballon dOr pada dua edisi yakni 1994 dan 2003. Dia masuk nominasi tiga besar pemain terbaik dunia versi majalah France Football itu.
Paolo Maldini Pilih Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo? Ini Kata Legenda AC Milan
Sayangnya Maldini kalah dari Hristo Stoickhov pada edisi 1994. Sedangkan 2003 dikalahkan Pavel Nedved. Meski demikian, Desailly tetap memuja sosok Maldini yang tak pernah meraih Ballon dOr.

Kontribusinya di Milan begitu fantastis. Maldini mempersembahkan 25 titel untuk I Rossoneri sepanjang karier. Lima di antaranya adalah trofi Liga Champions, selevel koleksi keseluruhan Barcelona dan Bayern Munchen.
“Meskipun semua orang cenderung menganggapnya hanya sebagai full back, dia juga bisa bermain sebagai stopper," tutur Desailly.
“Kebanyakan orang ingat tim Milan yang hebat di akhir tahun 80-an karena permainan menyerangnya yang diisi Ruud Gullit dan Marco van Basten. Tetapi itu adalah tim yang dibangun di atas pertahanan yang sangat solid, Maldini adalah landasannya.”
Editor: Reynaldi Hermawan