Selain Pirlo, Ini 7 Pelatih Minim Pengalaman yang Dipercaya Tangani Mantan Klub

Bagusthira Evan Pratama ยท Minggu, 09 Agustus 2020 - 17:05:00 WIB
Selain Pirlo, Ini 7 Pelatih Minim Pengalaman yang Dipercaya Tangani Mantan Klub
Andrea Pirlo dipercaya menangani Juventus meggantikan Maurizio Sarri (Foto: Dok Juventus)

JAKARTA, iNews.id - Juventus membuat keputusan besar dengan menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih tim utama. Meski minim pengalaman, Pirlo tetap disodorkan kontrak berdurasi dua tahun.

Sebelumnya Pirlo pernah memperkuat I Bianconeri dari 2011-2014. Dengan modal itu, dia diyakini bisa membawa Juventus berjaya di Italia dan Eropa.

Tak cuma Pirlo, hal serupa pernah mewarnai dunia sepak bola dalam beberapa tahun terakhir. Walau belum berpengalaman, sejumlah nama dipercaya menangani tim yang pernah diperkuatnya.

Siapa saja mereka? Berikut daftarnya menurut iNews.id;

1. Zinedine Zidane


Zinedine Zidane pernah menjadi gelandang andalan Real Madrid dari 2001-2006. Dia memutuskan gantung sepatu setelah membela Timnas Prancis di Piala Dunia 2006 lalu.

Usai pensiun, Zidane tak langsung jadi pelatih. Dia baru masuk jajaran kepelatihan Madrid saat ditangani Carlo Ancelotti musim 2013/2014.

Dari situ, Zidane menimba banyak ilmu. Dia akhirnya ditunjuk menangani tim kedua Madrid (Castilla) dan bekerja dari 2014-2016. Zidane kemudian naik jabatan ke tim utama untuk menggantikan posisi Rafael Benitez. Baginya, itu kesempatan pertama melatih tim besar.

Di bawah kepemimpinannya, Madrid berhasil meraih banyak gelar. Selain juara La Liga, dia juga mempersembahkan tiga trofi Liga Champions Eropa.

2. Pep Guardiola

Salah satu lokasi terjadinya penembakan misterius di Tangerang Selatan. Polres Tangsel sedang menyelidiki kejadian ini. (Foto: iNews/Nunung Purnomo).
Karier kepelatihan Pep Guardiola melesat dengan cepat. Hanya setahun menangani tim kedua, dia sudah ditunjuk melatih Barcelona pada musim 2008/2009.

Ketika itu Guardiola menggantikan posisi Frank Rijkaard. Meski awalnya diragukan, Guardiola justru langsung mempersembahkan treble winners di tahun pertamanya.

Sebelum menjadi pelatih, pria kebangsaan Spanyol ini pernah memperkuat Barcelona dari 1990-2001. Guardiola merupakan salah satu produk sukses dari akademi La Masia.

Hingga kini kariernya belum meredup. Setelah Barcelona, Guardiola memetik kesuksesan di Bayern Munchen dan Manchester City.

3. Clarence Seedorf

Salah satu lokasi terjadinya penembakan misterius di Tangerang Selatan. Polres Tangsel sedang menyelidiki kejadian ini. (Foto: iNews/Nunung Purnomo).
AC Milan merupakan klub profesional kelima yang dibela Clarence Seedorf setelah Ajax, Sampdoria, Real Madrid, dan Inter Milan. Bersama I Rossoneri, Seedorf menjelma jadi salah satu gelandang terbaik dunia.

Meski demikian, dia tidak pensiun di Kota Mode Italia. Seedorf pindah ke Brasil dan mengakhiri kariernya di Botafogo pada musim 2013/2014.

Beberapa bulan setelah pensiun, Milan mengajaknya pulang ke San Siro. Namun Seedorf tidak dikontrak sebagai pemain. Dia diminta menangani tim utama untuk menggantikan Massimiliano Allegri.

Sayang, karier kepelatihannya tidak berjalan mulus. Milan memecatnya di akhir musim 2013/2014. Seedorf kemudian menjajal peruntungan dengan menangani Shenzen FC, Deportivo La Coruna, dan Timnas Kamerun.

4. Filippo Inzaghi

Salah satu lokasi terjadinya penembakan misterius di Tangerang Selatan. Polres Tangsel sedang menyelidiki kejadian ini. (Foto: iNews/Nunung Purnomo).
Setelah memecat Seedorf, AC Milan menunjuk Filippo Inzaghi. Sosok yang dikenal dengan julukan Super Pippo itu jadi salah satu striker terbaik yang ada dalam sejarah Rossoneri.

Inzaghi memperkuat Milan dari 2001-2012. Selain trofi Scudetto, dia juga terlibat ketika timnya menjuarai Liga Champions, Piala Super Eropa, Coppa Italia, serta Piala Dunia Antar Klub.

Ketika pensiun, Inzaghi ditawari pekerjaan menangani tim AC Milan U-19. Tak lama kemudian, dia naik jabatan untuk memimpin tim utama yang kala itu dihuni Keisuke Honda, Riccardo Montolivo, Jeremy Menez, Suso Fernandez, Michael Essien, serta Nigel de Jong.

Sayang, karier Inzaghi serupa dengan Seedorf. Dia hanya bertahan semusim karena gagal meyakini manajemen klub. Inzaghi kemudian pindah melatih Venezia, Bologna, dan kini Benevento.

5. Simone Inzaghi

Salah satu lokasi terjadinya penembakan misterius di Tangerang Selatan. Polres Tangsel sedang menyelidiki kejadian ini. (Foto: iNews/Nunung Purnomo).
Adik kandung Filippo Inzaghi ini dianggap sebagai salah satu pemain legendaris Lazio. Tak heran dirinya langsung dapat pekerjaan sebagai pelatih skuat muda usai memutuskan pensiun pada 2010 lalu.

Enam tahun berselang, Simone Inzaghi dipercaya menangani tim utama. Jabatan itu terus disandangnya hingga saat ini. Meski minim pengalaman, Inzaghi terbukti jitu meracik strategi untuk I Biancocelesti.

6. Frank Lampard

Salah satu lokasi terjadinya penembakan misterius di Tangerang Selatan. Polres Tangsel sedang menyelidiki kejadian ini. (Foto: iNews/Nunung Purnomo).
Chelsea sangat melekat di hati Frank Lampard. Sebab bersama The Blues, dia mampu menjuarai berbagai gelar di antaranya Premier League dan Liga Champions Eropa

Sayang, Lampard tak bisa menutup kariernya di Stamford Bridge. Sebelum gantung sepatu, dia sempat bermain untuk New York City FC dan Manchester City.

Meski demikian, Chelsea tetap memanggilnya pulang di musim 2019/2020. Lampard ditugaskan menjadi pelatih menggantikan Maurizio Sarri.

Sebelumnya pengalaman Lampard terbilang minim karena hanya menangani Derby County musim 2018/2019. Meski demikian, kinerjanya bersama Chelsea layak diapresiasi sebab dia bisa mengembangkan kemampuan sejumlah pemain muda seperti Reece James, Kurt Zouma, Christian Pulisic, dan Tammy Abraham.

7. Phillip Cocu

Salah satu lokasi terjadinya penembakan misterius di Tangerang Selatan. Polres Tangsel sedang menyelidiki kejadian ini. (Foto: iNews/Nunung Purnomo).
Sewaktu bermain, Phillip Cocu pernah membela PSV Eindhoven dari 1995-1998. Dia sempat pindah ke Barcelona sebelum akhirnya kembali lagi di musim panas 2004.

Setelah pensiun, Cocu ditunjuk menjadi asisten pelatih Timnas Belanda. Pada 2012, dia menjadi caretaker PSV dan dikontrak permanen hingga 2018. Baginya, PSV merupakan klub pertama yang dia latih secara profesional.

Editor : Bagusthira Evan Pratama