JAKARTA, iNews.id- Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong membongkar soal gaya main favoritnya sebagai seorang pelatih. Dia mengaku senang mengunakan pemain yang gemar bergerak di daerah lawan mirip dengan gaya Pep Guardiola.
Dia mengaku gemar memplot pemain penyerang sebagai striker seperti yang kerap dilakukan Guardiola di Manchester City. Pep Guardiola bersama Manchester City kerap bermain tanpa penyerang murni pada musim 2020/2021.
Kisah Indonesia yang Pernah Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Gara-Gara Israel
Hal itu dilakukan karena stok striker berkualitas masih menjadi masalah serius Timnas Indonesia. Bahkann Shin Tae-yong sampai meminta rekomendasi striker berkualitas kepada publik sepak bola Indonesia.
Shin Tae-yong pun akhirnya mengakali hal tersebut dengan bermain tanpa penyerang murni. Pada SEA Games 2021, Shin Tae-yong kerap memasang Irfan Jauhari dan Ronaldo Kwateh yang berposisi natural sebagai sayap di posisi striker tengah.
Infografis Shin Tae-yong Bebas Pilih Pemain untuk Persiapan Piala Dunia U-20 2023
Shin Tae-yong pun mengakui melakukan hal itu dengan tujuan mengakali kurang tajamnya penyerang lokal. Sebab, saat ini menurutnya belum tersedia striker bagus di Indonesia.
“Pembinaan usia dini seharusnya melahirkan striker yang baik, tetapi sampai saat ini hal itu tidak terjadi, jadi strategi yang saya inginkan itu memang tanpa penyerang utama,” kata Shin Tae-yong dikutip podcast dalam Youtube Sport 77 Official, Rabu (20/7/2022).
Persiapan Piala Dunia U-20 2023, PSSI Bebaskan Shin Tae-yong Pilih Pemain Sesuka Hati
Shin Tae-yong mengatakan menyukai pemain depan yang aktif bergerak di area pertahanan lawan. Pelatih berusia 52 tahun itu meyakini bahwa kemungkinan menang akan semakin besar jika pemain depannya aktif bergerak.
Eks Pemain Timnas Sebut PR Shin Tae-yong Jelang Kualifikasi Piala Asia U-20 2023
“Saya ingin pemain depan harus bisa melakukan pergerakan dan lari dari pada pemain-pemain lawan, ini baru bisa meningkatkan kemungkinan tim bisa menang,” kata Shin Tae-yong.
Gaya main seperti itu umum dilakukan pelatih-pelatih top eropa seperti Guardiola dan Erik Ten Hag. Terbaru, Ten Hag juga menekankan pemainnya lebih sering bergerak di area pertahanan lawan.
PSSI Janji Tak Ganggu Shin Tae-yong Tangani Timnas: Perkembangan Para Pemain Luar Biasa
“Seringkali Anda melihat pemain-pemain ofensif, namun kehilangan peluang, itulah yang mereka pikirkan dalam menyerang, yakni energinya,” kata Ten Hag dikutip laman resmi klub, Rabu (20/7/2022).
“Tetapi mereka menyumpan energi di pertahanan, dan mereka mendapat imbalan dengan mencetak gol, karena mereka mendapatkan bola di area depan lapangan,” imbuh Ten Hag.
Editor: Ibnu Hariyanto