Simak 4 Fakta Menarik Kai Havertz, Pemuda Jerman Incaran MU
AACHEN, iNews.id – Winger Bayer Leverkusen, Kai Havertz, menjadi bahan perbincangan hangat belakangan ini. Namanya disebut-sebut masuk ke dalam daftar belanjaan Manchester United (MU) musim panas nanti.
Sejak melakoni debut bersama Bayer Leverkusen pada 2016 silam, Havertz dinilai sebagai salah satu talenta muda Jerman yang paling menjanjikan. Banyak pengamat sepak bola Jerman menyebut gaya permainan Havertz merupakan perpaduan Mesut Ozil, Michael Ballack dan Toni Kroos.
Musim lalu, dia mencetak 17 gol di Bundesliga yang menjadikannya pemain muda Jerman dengan rekor gol terbanyak semusim dalam sejarah kompetisi Bundesliga Jerman.
Namun pemain yang sudah tampil kompetitif bersama Timnas Jerman tak ingin berpuas diri. Dia mengaku ingin hengkang ke klub yang lebih kompetitif agar karier sepakbolanya lebih cemerlang.
Termasuk Pogba, Ini 5 Pemain yang Terancam Dibuang Manchester United
“Saya siap untuk membuat langkah besar dan saya suka tantangan. Itu termasuk di luar negeri. Leverkusen klub hebat. Saya senang. Tapi tentu saja saya ingin mengambil langkah selanjutnya dalam karier. Itu ambisi saya,” kata Havertz.
Dikutip The Sun, pemuda berusia 20 tahun itu sudah menjalin kontak dengan kubu Manchester United. Setan Merah tertarik mendatangkan Havertz sebagai kompetitor Jesse Lingard di barisan gelandang serang.
Jadon Sancho Ungkap Syarat untuk Gabung ke Manchester United
Berikut empat fakta menarik soal Kai Havertz yang telah dihimpun tim iNews.id
1. Punya darah sepak bola.
Dia lahir di Aachen, Jerman dari seorang ayah polisi dan ibu pengacara. Ayah dan kakeknya bermain di level sepak bola amatir. Ketiganya sering bermain sepak bola di lapangan yang berjarak 100 meter dari kediaman mereka.
Pada usia empat tahun, Havertz bergabung dengan tim lokal, Alemannia Mariadorf. Kakeknya adalah presiden klub tersebut. Di sana, dia bermain dengan rekan yang usianya jauh lebih tua.
2. Pemecah rekor
Sejarah terukir pada 15 Oktober 2016. Havertz melakoni debut bersama Leverkusen sebagai pemain pengganti melawan Werder Bremen. Saat itu usianya masih 17 tahun dan 126 hari. Dia menjadi debutan termuda Leverkusen sepanjang sejarah.
Empat bulan kemudian, pesepak bola berpostur 189 cm itu mencatatkan assist pertamanya untuk rekan setimnya Karim Bellarabi. Itu merupakan gol ke-50.000 yang dicetak di Bundesliga. Kemudian pada 2018, Havertz menjadi pemain termuda yang mencapai 50 penampilan di Bundesliga.
3. Mulai dikenal dunia
Namanya mulai dikenal dunia pada musim lalu ketika berhasil mencetak 17 gol di Bundesliga. Hanya dua pemain yang lebih subur darinya yaitu striker Bayern Munchen Lewandowski (22 gol) dan mesin gol Borussia Dortmund Paco Alcacer (18 gol).
Havertz juga berhasil membuat rata-rata 2,6 tembakan setiap laga. Akurasi umpannya mencapai 87,2 persen. Bukan hanya MU yang ngebet mendapatkan servisnya, melainkan Bayern, Real Madrid, Barcelona, Paris Saint-Germain, dan Dortmund.
“Dalam hal bakatnya, tidak ada batasan. Saya pikir jika terus bekerja keras dan tidak berpuas diri, dia bisa mencapai puncak,” kata Jonathan Tah, rekan setimnya di Timnas Jerman.
4. Kehidupan di luar lapangan
Havertz menyukai musik. Dia seorang pianis yang terampil dan sering memainkan tembang klasik dan modern.
Dia juga punya kekasih yang sudah lama dikencani bernama Sophia. Mereka sering memamerkan kemesraan di media sosial. Belum sampai di situ, Haverzt juga seorang pemuda yang rendah hati.
“Saya selalu dibesarkan untuk menjaga kaki saya tetap di tanah. Saya belajar dari orang tua, kesombongan bukanlah kualitas yang diinginkan,” tuturnya.
Editor: Arif Budiwinarto