Tendangan Kungfu Liga 4 Jatim, Komdis PSSI Ancam Sanksi Seumur Hidup
BANGKALAN, iNews.id – Komite Disiplin (Komdis) PSSI merespons keras insiden tendangan kungfu di Liga 4 Jawa Timur. Komdis PSSI menegaskan keselamatan atlet sebagai prioritas mutlak dan membuka opsi sanksi terberat bagi pelaku pelanggaran brutal.
Insiden tersebut terjadi pada laga Putra Jaya Kabupaten Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung di putaran 32 besar Grup CC Liga 4 PSSI Jatim, Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026) siang.
Pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha, menjadi korban tendangan kungfu dari pemain Putra Jaya Pasuruan, M Hilmi, saat duel perebutan bola di dekat garis tengah.

Rekaman video yang beredar luas memperlihatkan Hilmi, mengenakan jersey kuning, mengangkat kaki dan menghantam dada Firman yang mengenakan kostum hijau. Aksi itu langsung memicu keributan di lapangan.
Wasit tanpa kompromi mengeluarkan kartu merah langsung kepada Hilmi. Firman terkapar dan segera mendapat penanganan medis sebelum ditandu keluar lapangan untuk perawatan lanjutan.
Ketua Komdis PSSI, Umar Husin, menegaskan isu keselamatan atlet tidak hanya menjadi perhatian sepak bola, melainkan prinsip dasar seluruh cabang olahraga di Indonesia.
“Ya, jadi isu tentang keselamatan atlet ini tidak hanya monopoli keluarga sepak bola. Jadi semua olahraga itu harus menjamin keselamatan atletnya,” ujar Umar Husin, Selasa (6/1/2026).
Dia menekankan pertandingan dapat ditunda, dibatalkan, bahkan ditutup jika mengancam keselamatan atlet dan pihak terkait, sesuai Undang-Undang Keolahragaan Nasional Nomor 11 Tahun 2022.
Umar menjelaskan, dalam sepak bola, aturan turunan terkait perlindungan atlet diatur secara tegas dalam Kode Disiplin. Penegakan disiplin diperlukan agar tindakan brutal tidak terulang.
“Untuk mencegah berulangnya tindakan-tindakan brutal, memang harus ditegakkan secara tegas,” katanya.
Menurut Umar, pihak yang mengancam atmosfer sepak bola yang sehat wajib ditertibkan melalui teguran, denda, hingga sanksi berat demi fair play dan rule of the game.
Komdis PSSI, kata dia, berkomitmen melindungi atlet dan menciptakan lingkungan sepak bola yang kondusif di semua tingkatan kompetisi.
“Kami menghimbau kepada Panitia Disiplin dan Komite Disiplin di semua tingkatan liga untuk tidak ragu-ragu menghukum pelanggaran yang keras dan brutal,” ujar Umar.
Terkait insiden tendangan kungfu tersebut, Umar menilai hukuman terberat layak dipertimbangkan demi efek jera dan perlindungan atlet.
“Terkait kejadian tersebut kami rasa harus dihukum seberat-beratnya, seperti larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup,” tegasnya.
Liga 4 PSSI merupakan kompetisi di bawah naungan asosiasi provinsi yang menjadi fondasi pembinaan talenta muda. Insiden ini menjadi alarm keras pentingnya penegakan disiplin sejak level dasar.
Editor: Abdul Haris