Terinspirasi Inzaghi, SDN Pondok Kacang Timur 04 Rajai MLSC Jakarta Jaya 2026
Antusiasme terhadap penyelenggaraan perdana Jakarta Jaya Seri 1 musim ini terlihat dari jumlah peserta yang mencapai sekitar 1.600 siswi dari 112 sekolah. Mereka terbagi dalam 32 tim KU 10 dan 111 tim KU 12 yang mengikuti kompetisi tersebut.
Dari total peserta, sebanyak 67 tim atau sekitar 60 persen merupakan peserta baru yang belum pernah mengikuti MilkLife Soccer Challenge. Angka ini menunjukkan jangkauan kompetisi semakin luas dalam menarik minat siswi untuk bermain sepak bola dan berani mencetak gol di lapangan.
“Dari total peserta ini, sekitar 60 persen (67 tim) merupakan peserta baru yang belum pernah mengikuti MilkLife Soccer Challenge. Artinya, penyelenggaraan di Jakarta Jaya berhasil memantik dan menjangkau minat para peserta yang lebih luas. Kami berharap jumlah ini semakin meningkat pada gelaran MilkLife Soccer Challenge di Jakarta Jaya edisi-edisi selanjutnya,” Teddy menjelaskan.
Teddy juga menyoroti perkembangan kualitas pemain, termasuk peserta yang baru pertama kali mengikuti turnamen. Menurut dia, sekolah yang telah berpartisipasi pada edisi sebelumnya cenderung memiliki kualitas permainan lebih baik. Namun, peserta baru juga memperlihatkan semangat juang dan kemauan untuk berkembang.
“Secara kualitas memang terbagi dua. Untuk sekolah-sekolah yang sudah pernah ikut di MilkLife Soccer Challenge, pasti secara kualitas itu lebih baik. tapi yang menarik juga adalah sekolah yang baru pertama kali ikut serta, mereka menunjukkan semangat juang tinggi dan berproses menjadi pesepakbola putri yang baik. Ini adalah sesuatu yang normal. Dengan adanya konsistensi dan komitmen jangka panjang dari kami di Djarum Foundation, perlahan mereka akan terus berkembang baik dari sisi teknik dan juga mental,” papar Teddy.