Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jorge Messi Dimakamkan Secara Tertutup, Rumah Masa Kecil Lionel Messi Dipenuhi Bunga
Advertisement . Scroll to see content

Teror Guncang Piala Dunia 2026: Messi Diancam Bom, Ronaldo Dibuntuti ke Hotel

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:00:00 WIB
Teror Guncang Piala Dunia 2026: Messi Diancam Bom, Ronaldo Dibuntuti ke Hotel
Polisi mengungkap rangkaian ancaman keamanan selama Piala Dunia (Foto: BBC)
Advertisement . Scroll to see content

ATLANTA, iNews.id - Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo termasuk nama besar yang muncul dalam dokumen polisi terkait rangkaian ancaman keamanan serius selama Piala Dunia.

Dokumen yang disebut dilihat Informacion.es itu mengungkap sejumlah insiden mengkhawatirkan sepanjang turnamen. Timnas Argentina menjadi salah satu sasaran utama, dengan Messi secara khusus disebut dalam beberapa ancaman serangan.

Salah satu ancaman muncul sebelum pertandingan Argentina melawan Yordania. Seorang pria diduga menelepon Bandara Dallas dan mengklaim dirinya bersama dua orang lainnya akan menyerbu stadion menggunakan "bom rakitan dan AR-15".

Pelaku juga mengancam akan menyerang "petugas polisi dan pemain dari kedua tim". Dalam laporan tersebut, Messi disebut secara khusus sebagai target pembunuhan.

Ancaman kembali muncul menjelang pertandingan Argentina melawan Mesir. Seorang terduga pelaku menulis di X: "Saya akan masuk ke stadion di Atlanta dan meledakkan Messi dengan empat bom yang dipasang di tubuh saya."

Situasi semakin serius ketika pertandingan berlangsung. Seorang pria lainnya menelepon polisi dan mengaku telah meninggalkan "tiga bom" di dalam tempat sampah yang tersebar di tribun stadion.

Ancaman ganda tersebut memicu operasi pencarian besar-besaran di dalam stadion. Tim penjinak bom bersama anjing pelacak dikerahkan untuk memeriksa area yang dicurigai.

Ronaldo hingga Wasit Jadi Sasaran Ancaman

Bukan hanya Messi yang masuk dalam laporan ancaman. Cristiano Ronaldo juga disebut menghadapi situasi keamanan mencurigakan selama turnamen.

Seorang pegawai FIFA dilaporkan memberi peringatan setelah melihat pria mencurigakan yang berusaha mencari "detail" mengenai tempat Ronaldo menginap selama Piala Dunia.

Dalam insiden lain, seorang penggemar fanatik bahkan berhasil masuk ke hotel tempat Ronaldo berada. Pria tersebut mencoba masuk ke dalam lift bersama bintang Portugal itu.

Polisi kemudian memborgol pria tersebut. Namun, saat diamankan, dia mengaku hanya ingin mengambil foto selfie bersama Ronaldo.

Ancaman juga menyasar perangkat pertandingan. Wasit Francois Letexier dilaporkan menerima lebih dari 6.000 "pesan ancaman" melalui WhatsApp pribadinya setelah keputusan kontroversial dalam pertandingan Argentina melawan Mesir.

Video assistant referee atau VAR Willy Delajod juga menjadi sasaran kemarahan suporter Mesir. Dia menerima rentetan pesan keras, termasuk ancaman pembunuhan.

Insiden mengerikan lainnya terjadi setelah Paraguay kalah dari Prancis. Suporter Paraguay membakar sebuah boneka yang diberi label "Mbappe" sebagai bentuk pelampiasan terhadap bintang Real Madrid tersebut.

Mbappe juga menjadi sasaran serangan bernuansa rasial. Salah satu serangan bahkan datang dari seorang senator Paraguay yang melontarkan pernyataan rasial terhadap pemain tersebut.

Ancaman tidak hanya menimpa pemain-pemain yang menjadi pusat perhatian. Alexander Sorloth dan istrinya juga dilaporkan menerima ancaman pembunuhan setelah penyerang Norwegia itu gagal memberikan umpan kepada Erling Haaland dalam pertandingan perempat final melawan Inggris.

Pemain Kolombia Jaminton Campaz juga menghadapi ancaman setelah gagal mengeksekusi penalti. Situasi tersebut membuat dia tidak dapat kembali ke negaranya bersama anggota tim lainnya setelah Kolombia tersingkir.

Kolombia memiliki pengalaman kelam terkait ancaman terhadap pemain. Pada Piala Dunia 1994, bek Andres Escobar dibunuh oleh kartel narkoba setelah mencetak gol bunuh diri.

Timnas Korea Selatan juga mendapat pengawalan polisi ketat setelah tersingkir secara mengecewakan pada fase grup. Mantan pelatih Hong Myung-bo kemudian menjadi sasaran kemarahan publik, sementara polisi turut menyelidiki proses penunjukannya.

Ancaman keamanan juga terjadi di pusat media Timnas Inggris. Seorang pria yang membawa kunci inggris masuk ke area tersebut dan mulai berteriak di hadapan para awak media yang terkejut.

Skuad Inggris sendiri mendapat pengamanan berlapis di markas mereka di Amerika Serikat. Tiga lapis sistem keamanan diterapkan di sekitar tim dalam turnamen yang disebut sebagai Piala Dunia dengan pengamanan paling ketat.

Hotel tempat Inggris menginap bahkan disiapkan seperti "benteng virtual". Barikade beton dan layar dipasang untuk membatasi pandangan dari luar serta mengantisipasi kemungkinan serangan penembak jitu.

Zona larangan terbang juga diberlakukan untuk mencegah ancaman drone. Sebuah pusat komando ditempatkan di seberang The Inn at Meadowbrook Hotel, hotel dengan 54 kamar yang memiliki tarif sekitar 260 pounds per malam.

Petugas polisi bersenjata, personel keamanan, serta pengamanan swasta turut berpatroli di sekitar kompleks di Prairie Village, Kansas.

Rangkaian insiden tersebut memperlihatkan besarnya tantangan keamanan yang muncul di balik penyelenggaraan Piala Dunia. Ancaman terhadap Messi, Ronaldo, pemain lain, wasit, hingga area tim menunjukkan pengamanan turnamen tidak hanya berfokus pada stadion, tetapi juga hotel, pusat media, dan lokasi pendukung lainnya.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut