Terungkap, Ini Alasan Shin Tae-yong Coret Spaso dari Skuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2020
SINGAPURA, iNews.id – Alasan Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong coret Ilija Spasojevic dari skuat Piala AFF 2020 terungkap. Menurutnya striker Bali United itu mudah kelelahan.
Keputusan Shin Tae-yong untuk tidak memanggil Spaso memang sempat dipertanyakan. Sebab penyerang naturalisasi asal Montenegro itu sedang on fire. 
Dari 14 pertandingan yang sudah dilakoninya, pemain berusia 34 tahun itu menorehkan 12 gol ke gawang lawan. Bahkan, dia menjadi pencetak gol terbanyak sementara di Liga 1.
Akan tetapi, Shin Tae-yong berpendapat Spaso tidak cocok dengan strategi yang diterapkannya di Timnas Indonesia. Pasalnya, dia terlihat sangat kelelahan jika bermain dengan pola permainan yang diinginkan oleh sang pelatih.
Prediksi AS Roma Vs Inter Milan: Serigala Ibu Kota Waspadai Bisa Ular Raksasa
Dengan demikian meskipun mencetak banyak gol di kompetisi domestik, Spaso gagal mendapat kepercayaan dari pelatih berusia 52 tahun itu.
Jadwal BWF World Tour Finals 2021 Hari Ini: Jalan Terjal Minions dan Greysia/Apriyani di Semifinal

"Spaso memang banyak mencetak gol di Liga Indonesia. Tetapi saat memulai kamp pelatihan tampaknya dia sangat lelah jika melakukan permainan yang saya inginkan,” kata Shin dalam konferensi pers virtual, Sabtu (4/12/2021).
Bonus Thomas Cup Belum Cair: Netizen Murka, Jojo Kirim Kode Keras
"Memang finishingnya sangat baik. Tetapi untuk turnamen kali ini dia tidak bisa ikut," pungkasnya.
Meski tidak membawa Spaso, Shin Tae-yonng memanggil empat striker lainnya untuk berlaga di Piala AFF 2020. Mereka adalah Kushedya Hari Yudo, Dedik Setiawan, Hanis Saghara dan Ezra Walian. Total ada 30 pemain yang dipanggil ke Timnas Indonesia.
Pilih Messi atau Ronaldo, Fabio Capello Tanpa Ragu Jawab Begini
Kendati Piala AFF 2020 akan dimulai pada Minggu (5/12/2021), Pasukan Garuda baru akan menjalani laga perdana melawan Kamboja pada Kamis (9/12/2021) malam WIB. Mereka tergabung di Grup B, bersama tiga tim lainnya, yakni Laos, Vietnam dan Malaysia.
Editor: Reynaldi Hermawan